Kapolri: Senjata KKB Papua dari Konflik Ambon

Kapolri: Senjata KKB Papua dari Konflik Ambon
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyebut tindak kekerasan di Papua dipicu masalah kesejahteraan. ( Foto: Antaranews.com )
Aichi Halik / AHL Rabu, 5 Desember 2018 | 17:15 WIB

Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian membeberkan asal senjata milik kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua yang menyerang pekerja jembatan di proyek Trans Papua.

Ia mengatakan kelompok ini memperoleh senjata dengan berbagai cara-cara ilegal.

"Pertama, mereka biasanya mendapatkannya dengan merampas dari anggota-anggota yang lengah," kata Tito di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12).

Selain itu, menurut mantan Kapolda Papua ini, pihaknya menduga kelompok ini juga mendapatkan senjata-senjata dari bekas konflik Ambon.

"Dulu kan ada konflik Ambon, banyak senjata beredar di situ. Gudang Brimob saja dijebol," tuturnya.

Tito menuturkan ada pula senjata yang diperoleh dari penyelundup di Papua Nugini dan masuk melalui jalur ilegal.

"Saya tidak mengatakan dari pemerintah (Papua Nugini), ya. Tapi dari jalur ilegal oknum-oknum di perbatasan Papua Nugini itu beberapa kali juga kami tangkap," ujarnya.

Tito mengatakan saat ini tim gabungan dari TNI-Polri sudah bergerak untuk mengejar pelaku penembakan.

Ia menduga pelaku berasal dari kelompok pimpinan Egianus Kogoya dan diperkirakan berjumlah 30-50 orang serta memiliki 20 pucuk senjata. Dengan jumlah KKB Papua seperti itu, Tito yakin pihaknya bisa segera menumpasnya.

"Kekuatan yang kami kirim jauh lebih besar. Karena itu yakin kami sebentar lagi bisa kami kendalikan," kata Tito.



Sumber: BeritaSatu TV