Telan Korban Jiwa, Jokowi: Proyek Trans Papua Jalan Terus

Telan Korban Jiwa, Jokowi: Proyek Trans Papua Jalan Terus
Ambulans TNI meninggalkan hanggar helikopter Bandara Mozes Kilangin Timika saat evakuasi jenazah Serda Handoko setibanya di bandara tersebut, Papua, 5 Desember 2018. Prajurit TNI dari kesatuan Batalyon Infanteri 755 Yaled Merauke tersebut gugur akibat diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Mbua, Kabupaten Nduga, Papua. ( Foto: Antara / Evarianus Supar )
Aichi Halik / AHL Rabu, 5 Desember 2018 | 18:02 WIB

Jakarta - Pembangunan proyek Trans Papua telah menelan puluhan korban jiwa, namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pembangunan proyek tersebut akan tetap dilanjutkan dan tidak akan dihentikan.

Jokowi mengakui masalah keamanan memang menjadi persoalan serius dalam membangun infrastruktur di Papua. Khususnya, pasca-insiden penembakan 31 pekerja proyek Trans Papua baru-baru ini.

Walau begitu, Presiden menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus tetap dilanjutkan.

"Kadang-kadang keamanan juga masih perlu perhatian. Sehingga yang bekerja di sana betul-betul bertaruh nyawa. Dan sekali lagi ingin saya sampaikan bahwa pembangunan Trans Papua tetap terus dijalankan, diteruskan. Tidak akan berhenti," tegas Presiden Jokowi dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/11).

Jokowi telah memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk melanjutkan pembangunan Trans Papua sepanjang 4.600 Kilometer.

Presiden juga mengungkapkan sulitnya membangun di infrastruktur di Papua. Kesulitan mulai dari medan hingga cuaca menjadi tantangan utama dalam membangun infrastruktur di tanah Papua.

"Saya mau menambahkan sedikit bahwa pembangunan di Papua itu emang sangat sulit sekali medannya sangat sulit. Geografisnya, cuacanya, ketinggian 3.000-4.000 meter di atas permukaan air laut seperti yang kita liat dari Wamena ke Mamugu sepanjang 278 km, itu ketinggian di atas 3.000, membawa alat beratnya saja ke sana pakai helikopter, membawa aspal juga pakai helikopter," kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan, bahwa membangun infrastruktur di Papua sangat berbeda jika dibandingkan daerah lain seperti di Pulau Jawa.

"Pembangunan yang sulit seperti itu yang harus diketahui masyarakat, berbeda sekali, sangat berbeda sekali dengan pembangunan jalan misalnya di Jawa. Alamnya sulit di tanah Papua, juga ada sisi keamanan di titik-titik tertentu," jelasnya.



Sumber: BeritaSatu TV