Kemkominfo Blokir Akun Instagram Mengatasnamakan TNI

Kemkominfo Blokir Akun Instagram Mengatasnamakan TNI
Ilustrasi anti-"hoax". ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / WBP Kamis, 7 Februari 2019 | 09:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah melakukan pemblokiran atau take down akun instagram yang menggunakan identitas TNI dan memuat konten negatif. Akun tersebut memuat pernyataan bahwa TNI akan memusnahkan para pemuda dan pemudi kritis, termasuk apa yang disebut generasi PKI baru.

"Berdasarkan laporan yang diterima Sub Direktorat Pengendalian Konten Internet Ditjen Aplikasi Informatika, kemudian setelah dilakukan veriifikasi, terdapat akun instagram bernama @tni_indonesia_update memuat konten yang menyatakan mereka akan memusnahkan para pemuda dan pemudi kritis, termasuk apa yang disebut generasi PKI baru," ujar Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu kepada Beritasatu.com, Kamis (7/2).

Dalam caption salah satu postingnya disebutkan "Sebaiknya para PKI dan generasi PKI baru serta pemuda-pemudi kritis di garis kiri. Dikumpulkan dalam satu gudang kemudian dijadikan sasaran tembak oleh Leopard. Aksi Yonkav 8 Narasingawaratama."

Kemkominfo, kata Ferdinandus, melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Candra Wijaya. Hasilnya, unggahan kontroversial viral yang mengatasnamakan TNI dalam akun @tni_indonesia_update itu adalah bukan milik TNI AD.

"Brigjen Candra Wijaya menyatakan akun resmi TNI AD adalah @tni_angkatan_darat," ungkap Ferdinandus.

Pemblokiran terhadap akun instagram @tni_indonesia_update dilakukan pada Rabu (6/2) pukul 10.45 setelah menerima laporan resmi dari Mabes TNI untuk menertibkan akun-akun media sosial tidak resmi yang mengatasnamakan TNI.

Sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dalam Pasal 35, Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik.

"Kemkominfo mengimbau warganet untuk melaporkan akun media sosial palsu atau konten internet dan media sosial yang diduga mengandung konten negatif melalui saluran pengaduan konten twitter @aduankonten, website aduankonten.id dan nomor WA 08119224545," imbuh Ferdinandus.



Sumber: BeritaSatu.com