Komjen Arief Sulistyanto Pimpin Sertijab Kapusdik Sabhara

Komjen Arief Sulistyanto Pimpin Sertijab Kapusdik Sabhara
Upacara serah terima jabatan Kepala Pusat Pendidikan (Kapusdik) Sabhara dari Kombes Akhmad Yoga Pranata kepada Kombes Kukuh Santoso di gedung olahraga Pusdik Sabhara, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, 7 Februari 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo )
Farouk Arnaz / AMA Jumat, 8 Februari 2019 | 11:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kalemdiklat Komjen Arief Sulistyanto memimpin langsung upacara serah terima jabatan Kepala Pusat Pendidikan (Kapusdik) Sabhara dari Kombes Akhmad Yoga Pranata kepada Kombes Kukuh Santoso di gedung olahraga Pusdik Sabhara, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur Kamis (7/2) pagi.

Arief mencetak sejarah karena Sertijab ini dilakukan di luar pakem. Biasanya, Sertijab Kapusdik Sabhara digelar di gedung Lemdiklat Polri, di Ciputat, Jakarta Selatan. Itu pula yang dilakoni oleh Yoga saat dilantik sebagai Kapusdik Sabhara tiga bulan lalu, tepatnya pada 8 November 2018.

Yoga sebelumnya duduk sebagai Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur di Mojokerto dan kini dimutasi sebagai analis kebijakan madya Lemdiklat Polri. Dia diganti berdasarkan Surat Telegram Kapolri ST/327/II/KEP/2019 tertanggal 2 Februari 2019.

Arief juga mencetak sejarah karena sebenarnya dia baru saja kembali dari kunjungan kerja ke Pusdik Shabara pada 31 Januari 2019.

Artinya, dalam satu minggu ini, sudah dua kali jenderal bintang tiga itu turun gunung ke Pusdik Sabhara, yang merupakan bangunan bekas pabrik gula tahun 1926, untuk melakukan peninjauan, pengawasan, dan sekaligus pembenahan dari dekat.

Tak ayal pergantian Yoga yang serba cepat dan mendadak itu menimbulkan tanda tanya. Juga alasan mengapa Arief sampai ‘capek-capek’ datang ke Porong untuk memimpin Sertijab sederhana yang hanya dihadiri puluhan peserta yakni seorang Brigjen, perwira menengah, perwira pertama, bintara, siswa, dan ibu bhayangkari itu.

“Kapusdik itu di bawah langsung Kalemdiklat, sama seperti Gubenur Akpol, Kepala STIK, dan Kepala Sespim. Langkah saya ini untuk memotivasi anggota dan pejabat baru tentang “paradigma baru” Lemdiklat Polri yang bertanggung jawab terhadap masa depan Polri,” kata Arief dalam keterangannya yang diterima Beritasatu.com, Jumat (8/2) di Jakarta.

“Paradigma baru” itu adalah langkah membangun kesadaran bahwa lembaga pendidikan adalah posisi penting, bukan jabatan buangan dan ampiran. Pendidikan harus dilaksanakan dengan membangun dan membentuk budaya Polri dalam pembentukan polisi baru.

“Serah terima jabatan ini sebagai salah satu bentuk pembinaan karier personil sehingga akan ada perputaran di dalam pimpinan organisasi. Terima kasih pada Kombes Ahmad Yoga dan Kombes Kukuh sebagai Kapusdik baru diharapkan dapat menyelenggarakan pendidikan bintara dan pendidikan spesialisasi bidang Sabhara dengan profesional dan lebih baik,” harap Arief Sulistyanto.

Arief Sulistyanto melanjutkan, “Tugas sebagai pendididik adalah tugas yang mulia. Pekerjaan ini memerlukan inovasi, langkah progresif, perjuangan, dan terobosan-terobosan baru dalam mengambil langkah-langkah dalam mempersiapkan SDM yang profesional.”

Seorang pemimpin, menurut Arief Sulistyanto harus siap memberikan inovasi dan solusi dari setiap permasalahan yang terjadi. Termasuk Kapusdik, harus mampu bekerja bersama dengan Kalemdiklat serta para personil Pusdik dalam mengelola organisasi dan menciptakan polisi yang mampu memberikan rasa aman ke masyarakat.

“Pimpinan tidak bisa bekerja sendiri untuk mengelola Pusdik Sabhara yang kompleks. Oleh karena itu para personel harus mendukung dan memberikan kinerja yang baik agar menjadikan Pusdik Sabhara lebih baik dari kepemimpinan sebelumnya,” ujar Arief Sulistyanto lagi.

Kepada para siswa, Arief Sulistyanto berharap agar mereka dapat melakukan proses pendidikan dengan baik. Mereka adalah calon Bhayangkara muda yang akan melindungi masyarakat dan jangan berpikir untuk menyalahgunakan kewenangan yang diberikan oleh negara ketika para siswa dilantik menjadi polisi.

“Masa depan Polri ada di tangan para pendidik dan di tangan Lemdiklat. Oleh karena itu lakukan dengan penuh semangat, kebanggaan, dan keikhlasan,” tambahnya.

Sabhara adalah kependekan dari Samapta Bhayangkara, yaitu polisi yang punya multi kemampuan seperti pengaturan, penjagaan, pengawalan, hingga patroli. Juga punya kemampuan melakukan pengendalian dan penguraian massa. Setiap tahun ada sekitar 600 bintara dari seluruh Indonesia yang dikirim ke Porong untuk mendapat pendidikan ilmu Sabhara. Juga ada 250 calon bintara polisi yang dibentuk di sana.



Sumber: BeritaSatu.com