Komjen Arief: Baik dan Buruknya Polisi Tergantung Kinerja Bintara

Komjen Arief: Baik dan Buruknya Polisi Tergantung Kinerja Bintara
Komjen Arief Sulistyanto. ( Foto: Istimewa )
Farouk Arnaz / WBP Minggu, 10 Februari 2019 | 11:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com— Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Arief Sulistyanto mengatakan baik dan buruknya polisi ditentukan oleh kinerja para bintara. Mereka yang menjadi tulang punggung polisi karena jumlahnya mencapai 80 persen dari sekitar 340.000 anggota polisi saat ini.

Hal itu dikatakan Arief di depan siswa calon bintara di Pusat Pendidikan Pembinaan Masyarakat (Pusdik Binmas) di Banyu Biru, Ungaran, Semarang, Sabtu (9/2).

“Dari 340.000 polisi itu yang jenderal polisi hanya sekitar 252 orang, perwira menengah ada 10.000 dan perwira pertama ada sekitar 20.000. Ribuan bintaralah yang akan melayani dan bersentuhan langsung dengan masyarakat,” kata Arief dalam keterangannya yang diterima Beritasatu.com, Minggu (10/2).

Sehingga jika tenaga pengajar, termasuk Kalemdiklat, tidak mendidik bintara dengan baik, maka membahayakan masa depan polisi, dan masyarakat. "Saya berharap para siswa calon bintara belajar dengan dengan baik. Setelah lulus kalian membawa nama akademi polisi Banyu Biru. Tugas berat menunggu kalian, baik dan buruk polisi juga tergantung kalian,” lanjut Arief.

Mantan Kabareskrim itu kembali mengingatkan bahwa lembaga pendidikan adalah jantungnya polisi disamping tantangan masalah karier, fasilitas, dan tenaga sumber daya manusia (SDM). Masa depan polisi ada di tangan tenaga pendidik.

Profesi pendidik adalah kerja mulia karena akan menentukan dan membentuk seseorang. Jika yang dididik baik, maka akan menjadi amal jariah, dan sebaliknya.

“Saya ingat, membentuk SDM itu, jika garbage in maka garbage out. Jika sumbernya jelek ya hasilnya jelek. Mereka calon siswa bintara ini adalah hasil perekrutan saat saya masih jadi Asisten SDM. Mereka ini perekrutan yang sudah cukup bagus dan tidak merepotkan pengajar, baik akademis, psikologi, dan kesehatan. Kalau proses perektrutan ini dididik dengan benar Insyaalah hasilnya baik,” tegas Arief.

Sejak dilantik menjadi kalemdiklat pada 24 Januari lalu Arief turun langsung ke sejumlah pusdik. Selain Pusdik Binmas, Arief juga telah turun ke Pusdik Reskrim di Cisarua, Pusdik Brimob dan Sabhara (keduanya di Jawa Timur), hingga Pusdik Lantas di Serpong, Tangerang Selatan.

Arief juga sudah meninjau Akademi Kepolisian di Semarang dan Sekolah Polisi Negeri (SPN) Jawa Timur di Mojokerto. Tujuannya untuk bertemu tenaga pendidik, bhayangkari, dan peserta didik. Beberapa Pusdik dan SPN yang lain akan segera dikunjungi Arief.



Sumber: BeritaSatu.com