Wiranto: Tak Perlu Cemas Soal Isu Hacker Rusia dan Tiongkok

Wiranto: Tak Perlu Cemas Soal Isu Hacker Rusia dan Tiongkok
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. ( Foto: Beritasatu TV )
Robertus Wardi / FER Kamis, 14 Maret 2019 | 19:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan (Polhukam) Wiranto‎ meminta masyarakat agar tidak kuatir dengan adanya isu peretas atau hacker dari Rusia maupun Tiongkok. Pasalnya, sistem teknologi informasi (TI) yang dimiliki KPU dan Bawaslu sudah mengantisipasi berbagai kemungkinan serangan peretas.

"Kita kan juga bukan orang bodoh ya. Soal-soal high technology, itu juga KPU dan Bawaslu sudah mewaspadai itu. Jadi jangan khawatir kalau ada isu-isu bahwa seakan-akan ada hacker-hacker yang begitu canggih yang dapat seakan-akan menyulap hasil perhitungan suara seenaknya. Itu KPU dan Bawaslu dan Penyelenggara Pemilu sudah mewaspadai itu," kata Wiranto usai memimpin rapat koordinasi khusus (Rakorsus) mengenai "Kampanye Terbuka" di Kementerian Polhukam, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Wiranto menjelaskan, jika betul ada peretas dari luar negeri seperti itu maka tidak perlu ada Pemilu di negara manapun. Alasannya, pemilu seolah-olah sudah dirancang dan disiapkan oleh hacker-hacker tersebut.

"‎Kalau itu bisa dilakukan di seluruh dunia, ya enggak usah ada pemilu karena percuma kan. Itu sudah ada suatu usaha-usaha kita, persiapan kita, cara kita untuk menjamin kita bisa mencegah itu terjadi," tutur Wiranto.

Wiranto berharap, masyarakat bisa kebal terhadap berbagai isu yang ada. Apalagi jika isunya mengada-ada dan di luar nalar logis.

"Isu itu banyak sekali ya, tiap hari saya bisa membaca. Kalau semua isu itu harus kita tanggapi, maka kerjaan kita hanya nanggapi isu, kita engak kerja. Kalau isu-isu yang terlalu aneh, terlalu mengada-ada, kita hanya mengharapkan masyarakat supaya kebal isu. Gitu aja," tegas Wiranto.



Sumber: Suara Pembaruan