Pimpinan BNPT Silaturahmi ke Yayasan Lingkar Perdamaian

Pimpinan BNPT Silaturahmi ke Yayasan Lingkar Perdamaian
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius (kiri) saat silaturahmi ke Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) di Dusun Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Jumat (3/5/2019). ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Jumat, 3 Mei 2019 | 23:49 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Menjelang bulan suci Ramadan, jajaran pimpinan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) silaturahmi ke Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) di Dusun Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Jumat (3/5/2019). Silaturahmi dipimpin langsung Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius.

Seperti diketahui, YLP berisi para mantan napi teroris dan mantan kombatan dalam kasus terorisme. Yayasan ini dipimpin Ali Fauzi Manzi, adik kandung terpidana seumur hidup Ali Imron dan terpidana mati Muklas alias Ali Gufron dan Amrozi dalam kasus bom Bali I.

Kepala BNPT dan rombongan juga silaturahmi kepada terpidana 20 tahun penjara dalam kasus yang sama, Umar Patek, yang sedang menjalani masa pidananya di Lapas Kelas 1 Surabaya di Porong, Sidoarjo.

Suhardi Alius menjelaskan, silaturahmi ke YLP tersebut merupakan upaya dirinya dalam membangun rasa kekeluargaan dengan mantan napiter seiring memasuki Ramadan. Menurutnya, kekeluargaan harus tetap dijaga, dan ke depan tetap memberikan manfaat positif dalam upaya penanggulangan terorisme.

“Mereka adalah mantan napiter yang sudah baik, beserta keluarganya dan menjadi saudara-saudara kita, dan ini dalam rangka menyambut Ramadan,” ujar Suhardi Alius dalam keterangan kepada Beritasatu.com.

Kepala BNPT berharap apa yang dilakukan oleh YLP ini bisa menjadi embrio yang bagus karena YLP ini telah menjadi rujukan dan role model oleh dunia internasional.

Lebih lanjut mantan Sekretaris Utama (Sestama) Lemhanas ini menjelaskan, terorisme ibarat virus yang sangat mematikan. Oleh karena itu dibutuhkan metode dan vaksin khusus dalam melawan dan menangkalnya.

“Bagaimana melemahkan virus itu? Tentu dengan vaksin. Vaksin adalah virus yang telah dijinakkan, lebih bermanfaat ketika dia ikut sama-sama, paling efektif adalah kita menggunakan mantan-mantan teroris yang sudah sadar, untuk menyadarkan semuanya. Mudah-mudahan ini lebih bermanfaat ketimbang kita sendiri yang mereka anggap berseberangan. Metode ini yang terus kita sebarkan ke seluruh dunia," ungkap mantan Kabareskrim Polri ini.

Saat mengunjungi Umar patek di Lapas Porong, Suhardi Alius menyampaikan, apa yang dilakukannya bersama jajarannya adalah bukti kehadiran negara dalam program deradikalisasi. Bagi para napiter maupun mantan napiter yang sudah bertobat, akan diberikan bantuan sehingga nantinya akan mempermudah mereka ke depannya.

Apresiasi diutarakan Ali Fauzi Manzi yang juga Ketua YLP. Ali menilai upaya dan metode yang dilakukan BNPT dengan melakukan pendekatan lunak sukses terlaksana.

“Akar terorisme tidak tunggal dan bahkan saling berkaitan, oleh karenanya penanganannya tidak boleh tunggal, harus banyak aspek, perspektif dan metodologi. BNPT hadir ke sini dengan membawa resep dan obat-obat yang bagi saya sangat tepat,” ucapnya.

Turut mendampingi Kepala BNPT dalam silaturahmi tersebut yakni Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, Deputi II bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan, Irjen Pol Budiono Sandi, Direktur Dradikalisasi Irfan Idris, Direktur Pembinaan Kemampuan Brigjen Pol Imam Margono, Direktur Penegakkan Hukum Brigjen Pol Eddi Hartono, serta beberapa pejabat eselon III dan IV BNPT lainnya.



Sumber: Suara Pembaruan