Ini Kesaksian Pemilik Toko yang Dikontrak Terduga Teroris di Bekasi

Ini Kesaksian Pemilik Toko yang Dikontrak Terduga Teroris di Bekasi
Tim Densus 88 Antiteror menggeledah toko Wanky Cell di Jalan Muchtar Tabrani Nomor 27 Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, 8 Mei 2019 malam. ( Foto: Suara Pembaruan / Mikael Niman )
Mikael Niman / BW Kamis, 9 Mei 2019 | 01:42 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - ‎ Pemilik toko Wanky Cell yang digeledah oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bernama Ridwan dan Eky.

Mereka memiliki empat karyawan yang menjaga toko penjualan aksesoris telepon seluler dan komputer ‎di Jalan Muchtar Tabrani, Nomor 27 RT 03/RW 03 Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

"Ridwan dan Eky, bersahabat sejak masih duduk di bangku sekolah dan buka usaha penjualan aksesoris ponsel serta perlengkapan komputer di toko ini," ujar pemilik kontrakan, Arief, di lokasi penggerebekan, Rabu (8/5/2019) malam.

Arief menegaskan, kedua orang tersebut bukan merupakan warga Kota Bekasi. "Bukan warga sini, tetapi saya‎ enggak tahu asalnya. Menurut ibu saya, yang mengurusi semua pengontrak, mereka bukan warga Kota Bekasi," imbuhnya.

Arief memiliki lima toko, dua toko di antaranya telah dikontrak Ridwan dan Eky. Tiga lainnya dijadikan usaha makanan, toko penjualan ponsel.

Toko Wanky Cell berada di pinggir Jalan Muchtar Tabrani Raya, Bekasi Utara. Lokasi dan jalan ini dipadati rumah penduduk. Pemilik kontrakan merasa kaget atas penangkapan salah seorang di toko itu.

"Saya kaget saja mendengar Eky ditangkap polisi. Apalagi di dalam toko ditemukan bom dan bahan peledak. Saya tidak menyangka, karena orangnya tidak mencurigakan," ucapnya.

Saat penggeledahan Tim Densus 88 Antiteror sekitar pukul 17.00-20.00 WIB, dirinya masih sempat berkomunikasi dengan Ridwan melalui ponsel. "Tadi saya sempat berkomunikasi dengan Ridwan. Dia merasa kaget atas penangkapan Eky. Saat ditelepon, Ridwan sedang berada di rumah orangtuanya," tuturnya.

Arief mengaku jarang melihat Eky di dalam tokonya. "Hanya sekali-sekali saja dia datang. Kirim barang-kirim barang (aksesoris ponsel dan komputer)‎ tak lama pergi lagi, begitu saja yang saya tahu," katanya.

Dia mencirikan, penampilan Eky selalu rapi, dan tampak sopan terhadap warga lainnya. "Dia sering ikut pengajian di wilayah sini," tuturnya.



Sumber: Suara Pembaruan