Pushidrosal: Pemerintah Harus Tentukan Pengelola Data Hidrografi

Pushidrosal: Pemerintah Harus Tentukan Pengelola Data Hidrografi
Kepala Pushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro. ( Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Barus )
Yudo Dahono / YUD Senin, 17 Juni 2019 | 21:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pusat Hidrografi Angkatan Laut (Pushidrosal) menggelar sarasehan dalam rangka memperingati hari Hidrografi internasional tahun 2019 di kantor Pushidrosal Ancol, Jakarta Utara, Senin (17/6/2019).

Kepala Pusat Hidrografi Angkatan Laut (Pushidrosal) Laksmana Muda TNI Hardjo Susmoro menjelaskan bahwa Pushidrosal adalah bagian dari hidrografi dunia, karena apa yang diperbuat adalah untuk kepentingan publik internasional bukan semata-mata untuk kepentingan nasional.

"Kita menjadi bagian dari hidrografi dunia karena apa, yang kita perbuat ini adalah untuk kepentingan publik internasional, bukan semata-mata untuk kebutuhan nasional, itulah sebabnya keakuratan data dan masalah kesamaan pandang, kesamaan sikap dan kesamaan pola pikir yang berkaitan masalah dengan safety navigation khususnya, harus kita sinkronkan di seluruh dunia," kata Hardjo.

Dalam saresahan disampaikan bahwa selama ini data Batimetri hanya sebuah data namun bila diolah akan menjadi informasi dan informasi bila diolah lebih dalam lagi menjadi ilmu pengetahuan yang akan dipahami semua orang yang harapannya akan menjadi bagian bagi pemerintah bagaimana mengelola pengetahuan ini dalam bentuk kebijakan.

"Ini yang akan akan kita dikembangkan masalah kebijakan hidrografi nasional betul-betul harus mendapat perhatian dari pemerintah siapa aktor yang seharusnya mengelola masalah data hidrografi atau kedaulatan data hidrografi, sebab apabila dikuasai pihak yang tidak berkepentingan akan menjadi bahaya secara kedaulatan ekonomi dan kedaulatan pertahanan kita kan berarti sudah dikuasai orang," paparnya.

"Kedaulatan ekonomi dari data itu, contoh data seis masalah sumber daya di bawah laut orang dengan dalih kerja samanya survei batimetri, tetapi kalau tidak diawasi dengan baik, dia akan bisa melaksanakan survei yang lain yang serba simple itu akhirnya dia mengetahui sumber-sumber daya mineral lain dan itu menjadi barang yang sangat mahal," ungkap Kapus Hidrosal.

"Dari sisi pertahanan, kita bicara pertahanan laut, perang laut, perang maritim maka disitu cuaca medan dan musuh, musuh itu adalah kekuatan medan musuh, cuaca medan siapa yang seharusnya menguasai ? Harusnya badan hidrografi suatu negara, kalau dikuasai orang duluan, sama saja kita pasti kalah, karena sudah dikuasai orang," tegas Harjo.

Sebagai informasi, Pushidrosal mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pembinaan fungsi dan pelaksanaan kegiatan Hidro-Oseanografi (Hidros) yang meliputi survei, penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut dan keselamatan navigasi pelayaran baik untuk kepentingan TNI maupun umum, dan menyiapkan data serta informasi wilayah pertahanan di laut dalam rangka mendukung tugas pokok TNI Angkatan Laut Republik Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com