Jelang Putusan MK, TKN Minta Masyarakat Tetap Tenang, Keamanan Terjamin

Jelang Putusan MK, TKN Minta Masyarakat Tetap Tenang, Keamanan Terjamin
Gedung Mahkamah Konstitusi (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Markus Junianto Sihaloho / FMB Rabu, 26 Juni 2019 | 20:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Kampanye Nasional Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin mengimbau agar masyarakat tak perlu takut dengan kondisi keamanan jelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan sengketa Pilpres 2019 yang akan diputuskan besok (27/6/2019).

Ketua Harian TKN, Moeldoko, mengatakan aparat sudah mengantisipasi potensi ancaman, termasuk kelompok yang berpotensi melakukan upaya teror. Akan ada 4000-an aparat keamanan yang turun mengamankan kondisi maupun situasi di sekitar gedung MK.

"Jadi kami imbau masyarakat tak perlu takut. Biasa saja. Serahkan semuanya kepada aparat keamanan, TNI/Polri, menghadapi semuanya," kata Moeldoko di sela Silaturahmi Relawan Jokowi, Rabu (26/7/2019).

Para relawan Jokowi juga diminta untuk tak turun ke jalan sehingga tak membuat pusing para aparat keamanan. TKN meyakini sepenuhnya aparat akan memberi dukungan penuh bila memang perlu mengambil tindakan.

Pada kesempatan itu, Moeldoko mengatakan Jokowi akan bekerja di kantornya seperti biasa. Kondisi lapangan tentu akan dipantau dan menyesuaikan langkah dengan kondisi yang ada. Sejumlah petinggi negara terkait sektor keamanan seperti Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, hingga Menko Polhukam, akan berkumpul di posko TNI di dekat Istana Negara.

"Semuanya akan kita monitor sehingga kita tahu persis apa yang terjadi dan perkembangannya akan kita respon dengan cepat," katanya.

Di sisi lain, pemerintah juga siap memberikan filter terhadap aplikasi komunikasi semacam WhatsApp bila kondisi memang memaksa. Sejauh ini, pihak pemerintah masih berharap dan mengimbau agar jangan ada perilaku menyebar hoax melalui layanan pesan itu.

"Semuanya sudah terkomunikasi dengan baik antara calon 01 dan 02 sehingga jangan lagi merusak situasi. Saya mengingatkan kepada kelompok-kelompok yang tidak menginginkan adanya koalisi jangan berbuat yang mengganggu masyarakat," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com