BUMN Harus Tegas Lawan Gerakan Khilafah

BUMN Harus Tegas Lawan Gerakan Khilafah
Ilustrasi BUMN ( Foto: Istimewa )
Hotman Siregar / YUD Rabu, 26 Juni 2019 | 21:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani baru-baru ini mencanangkan gerakan pembersihan di lingkungan Kementerian Keuangan RI. Langkah Menkeu itu kemudian diapresiasi tinggi oleh publik.

Langkah tersebut bahkan dinilai sebagai terobosan jitu yang mampu menjawab keresahan masyarakat terhadap fenomena keterpaparan faham radikalisme di kalangan birokrasi K/L (Kementerian/Lembaga), termasuk BUMN.

BUMN merupakan unsur Kementerian dan Lembaga (K/L) dan aset negara yang amat penting dan strategis. Dari BUMN itu, ekonomi nasional dipacu dan digerakkan. BUMN telah berhasil tampil sebagai "prime mover" pembangunan nasional.

"BUMN pun telah menjadi kebanggaan nasional, bukan semata aset. Martabat bangsa telah terdongkrak dimata internasional oleh kiprah BUMN," ujar Perkasa Yoedha, Presidium fokus wacana Publik Universitas Indonesia dalam diskusi di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Perkasa mengatakan, dengan jumlah pegawai total BUMN lebih dari 2 juta pegawai (ASN dan outsourcing), BUMN telah menjadi sasaran dan target berbagai kelompok untuk dimanfaatkan sebagai ATM dalam arti negatif. BUMN pun tak terhindarkan menjadi sasaran penyusupan kelompok-kelompok kepentingan.

Menurutnya, salah satu yang paling serius yang menjadi benalu BUMN adalah "kelompok politik" berjubah agama. Secara politik kelompok ini menjadikan BUMN sebagai basis kaderisasi dan kekuatan massa untuk dikerahkan demi kepentingan politik kelompok berjubah agama tadi. Hal inilah yang menimbulkan kerisauan berbagai pihak, baik pemerintah dan masyarakat luas.

Infiltrasi tersebut harus dihentikan demi keselamatan BUMN itu sendiri karena peran strategisnya sebagai aset keekonomian negara. Jangan sampai, kata dia, BUMN malah memberi makan kepada sebuah predator nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila yang pada akhirnya akan meruntuhkan sendi-sendi kenegaraan, secara sistematis dan massif.

"Untuk itu kini telah tiba saat bagi bangsa negara ini kembali bersikap tegas, mempertahankan Pancasila dan NKRI. Maka kini pun kita harus kembali bersikap tegas, terhadap gerakan khilafahisme," tandasnya.



Sumber: Suara Pembaruan