BNPT: Radikalisme Tumbuh Dipupuk Intoleransi di Medsos

BNPT: Radikalisme Tumbuh Dipupuk Intoleransi di Medsos
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Polisi Suhardi AliusĀ hadir dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/6/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Farouk Arnaz / FMB Sabtu, 29 Juni 2019 | 10:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius mengakui jika paham radikalisme bisa merasuk ke semua lini dan kepada siapa saja karena kurangnya filter dan kemampuan berpikir kritis masyarakat terhadap hoaks dan ujaran kebencian di sosial media yang memupuk rasa intoleransi.

“Semua itu berujung pada infiltrasi paham radikal terorisme. Ini juga karena degradasi moral bangsa dewasa ini disebabkan oleh adanya kemajuan teknologi yang kurang difilter juga,” kata Suhardi saat dihubungi Beritasatu.com Sabtu (29/6/2019).

Oleh karena itu, jenderal bintang tiga ini melanjutkan, BNPT aktif melakukan penanggulangan terorisme dan radikalisme di segala lini, mulai dari pemerintah daerah, BUMN, universitas, nelayan, petani, dan hingga lembaga pendidikan agama.

“Kita juga harus selalu waspada terhadap infiltrasi dan perekrutan oleh kelompok radikal terorisme. Semua harus terlibat. Para tokoh agama juga karena aktif ikut dalam pernyebaran paham ini. Semua harus dibendung,” tegasnya.

Terorisme adalah merupakan ancaman yang nyata dan bukanlah hisapan jempol belaka karena sudah terjadi di negara kita. Maka dari itu, upaya pencegahan harus berjalan tanpa kenal berhenti.



Sumber: BeritaSatu.com