Keahlian Operasi Militer Selain Perang Prajurit TNI Patut Diapresiasi

Keahlian Operasi Militer Selain Perang Prajurit TNI Patut Diapresiasi
Susaningtyas NH Kertopati ( Foto: Istimewa / Istimewa )
Asni Ovier / AO Senin, 1 Juli 2019 | 16:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Saat ini bangsa Indonesia patut bersyukur bahwa seluruh rangkaian Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 telah berakhir dengan baik. Dunia internasional juga memberi apresiasi yang tinggi. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran aparat negara, TNI, dan aparat pemerintah, Polri, serta seluruh masyarakat Indonesia.

"Dikaitkan dengan tugas TNI, maka keberhasilan tugas pengamanan pemilu masuk kategori tugas membantu pemerintah dalam kerangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Tugas OMSP juga diemban oleh militer mana pun di seluruh dunia, ujar pengamat militer Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati atau yang akrab disapa Nuning di Jakrata, Senin (1/7/2019).

Dikatakan, Peraturan Presiden (Perpres) 37/2019 tentang Jabatan Fungsional TNI merupakan upaya pemerintah untuk menghargai keahlian dan ketrampilan prajurit TNI, baik sebagai prajurit TNI maupun dalam bidang lainnya. Keahlian dan keterampilan prajurit TNI adalah bentuk profesionalitas TNI yang dapat diproyeksikan kepada bentuk pengabdian yang terkait TNI.

"Contohnya di Universitas Pertahanan. Banyak prajurit TNI yang memiliki keahlian sebagai dosen dengan metodologi tertentu yang memang menjadi rumpun jabatan keahlian. Oleh karenanya para prajurit TNI yang menjadi dosen di Universitas Pertahanan bisa juga menjadi dosen di universitas lain, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Keahlian seperti menjadi dosen inilah yang harus dihargai oleh semua pihak," ujarnya.

Contoh lain terkait dengan keterampilan prajurit TNI sebagai peneliti juga harus mendapat penghargaan sesuai porsinya. Para peneliti dari prajurit TNI dapat dimanfaatkan oleh Kemristek Dikti, BPPT, dan kementerian atau lembaga negara/lembaga pemerintah lainnya.

Menurut Nuning, keahlian dan keterampilan prajurit TNI di bidang hukum dan komputer saat ini juga menjadi konsentrasi baru mengatasi berbagai ancaman sosial budaya dan ancaman siber di tengah masyarakat.

"Baru-baru ini, contohnya prajurit TNI AL membantu masyarakat dan Pemda Belu di NTT mengolah dan menyediakan air bersih untuk masyarakat adalah bentuk nyata keahlian mengolah air bersih di kapal perang. Pengalaman bertugas di kapal perang ternyata dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com