Menhan Peringatkan Ancaman Khilafah di Indo-Pasifik

Menhan Peringatkan Ancaman Khilafah di Indo-Pasifik
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Robertus Wardi / YUD Senin, 8 Juli 2019 | 18:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengemukakan ancaman paling berbahaya saat ini adalah ancaman mindset. Ancaman itu berupa perebutan pengaruh yang lebih bersifat ideologis khilafah yang mengatasnamakan agama.

“Ini mengancam kawasan Indo-Pasifik dengan adanya konsep khilafah. Ini didengungkan oleh aktor non negara yang berusaha menyatukan atau menasionalkan dunia dengan basis di Suriah dan Irak,” kata Ryamizard dalam acara Indonesia International Defense Sciende Seminar (IIDSS) di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Ia menjelaskan konsep khilafah ini sudah tersebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Konsep ini pun sudah dilarang di 21 negara.

“Ancaman mindset seperti khilafah terus berupaya secara sistematis, terstruktur dan sistematis mempengaruhi komunitas masyarakat Indo-Pasifik. ISIS pada mulanya hanyalah kekuatan milisi nasional di Irak yang muncul akibat konflik politik di dalam negeri pasca pemerintahan Saddam Hussien. Kini, ISIS sudah mendunia,” tegas Ryamizard.

Dia mengambil contoh di Indonesia, di mana menggunakan modus baru dalam melakukan serangan. Anggota ISIS merekrut satu keluarga untuk beraksi.

“Mereka ini bukan Islam karena ajaran islam adalah ajaran yang damai. Sangat tidak masuk akal seorang ibu dapat mengajak anak-anaknya untuk melakukan aksi bunuh diri. Sebagai ibu dari anak-anaknya, seyogyanya ia harus punya sifat alamiah dan Insting untuk melindungi dan menjaga anak-anaknya dari pelbagai ancaman yang akan membahayakan anak-anaknya bukan malah membunuh anak-anaknya. Konsep dan ideologi sesat seperti inilah yang harus kita perangi bersama,” tutup Ryamizard.



Sumber: Suara Pembaruan