Ryamizard Klaim Telah Desain Strategi Pertahanan‎ Smart Power

Ryamizard Klaim Telah Desain Strategi Pertahanan‎ Smart Power
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Robertus Wardi / JAS Selasa, 9 Juli 2019 | 14:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengklaim telah mendesain sistem pertahanan nasional berupa Smart Power. Sistem itu berupa‎ perang total atau total warfare yang merupakan kombinasi antara pembangunan kekuatan hard power dan soft power.

Hal itu disampaikan Ryamizard saat membuka simposium bertema "Penataan Wilayah Pertahanan Dalam Rangka Mewujudkan Pertahanan Negara yang Canggih" di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2019).

Ia menjelaskan kekuatan hard power terdiri atas‎ kekuatan rakyat, TNI dan kesiapan Alutsista. Sementara kekuatan soft power berupa mempengaruhi mindset atau pikiran dan diplomasi pertahanan kawasan.

Menurutnya, sistem smart power ini untuk mengantispasi tiga acaman yaitu ancaman fisik yang nyata, ancaman nyata serta ancaman nonfisik yakni merusak mindset bangsa.

Pada kesempatan itu, Ryamizard juga mengemukakan ‎penanganan aksi kejahatan terorisme melalui pendekatan semesta. Pendekatan itu sebagai bagian dari fungsi pertahanan negara untuk melindungi keselamatan segenap bangsa. Penanganan ancaman terorisme dilaksanakan dengan pendekatan preventif, koersif, dan preemptive, atau represif.

Dia tegaskan aparat teritorial turut berperan dalam penanganan dengan pola preventif dengan mengintensifkan fungsi intelijen, komando kewilayahan, serta unsur- unsur militer lainnya. Fungsi intelijen di setiap kesatuan dan strata, baik dalam wujud intelijen manusia maupun intelijen teknik, diberdayakan baik untuk mengungkap jaringan dan aktivitas di seluruh wilayah Indonesia maupun anasir-anasir dari luar wilayah Indonesia.‎



Sumber: Suara Pembaruan