Panglima: Koopssus TNI Untuk Atasi Terorisme

Panglima: Koopssus TNI Untuk Atasi Terorisme
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ( Foto: Beritasatu tv )
Yeremia Sukoyo / WBP Selasa, 30 Juli 2019 | 09:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, telah meresmikan beroperasinya Komando Operasi Khusus Tentara Nasional Indonesia (Koopssus TNI) di lapangan Satpamwal Denma Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (30/7/2019). Pembentukan Koopssus TNI berdasarkan Peraturan Panglima (Perpang) TNI Nomor 19 Tahun 2019 tanggal 19 Juli 2019 tentang Organisasi dan Tugas Komando Operasi Khusus TNI.

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan, Koopssus TNI dibentuk dalam satu wadah, yaitu Balakpus (Badan Pelaksana Pusat). Dalam pelaksanaannya, Komando Koopssus langsung di bawah panglima TNI dan akan siaga di Mabes TNI. "Pasukan khusus dari 3 matra, darat, laut dan udara standby di Mabes TNI. Dan sewaktu-waktu bisa digunakan oleh panglima TNI atas perintah presiden," kata Panglima TNI.

Dijelaskan Panglima, pihaknya memilih Balakpus sebagai wadah Koopssus lantaran komandonya lebih mudah, lebih simpel dibanding Kotama. Dalam pelaksanaannya, Koopssus akan mengatasi aksi terorisme dalam dan luar negeri. "Paling tepat kita gunakan Balakpus di bawah Panglima TNI. Sedangkan tugas dari Koopssus TNI adalah mengatasi aksi terorisme baik dalam maupun luar negeri yang mengancam ideologi, kedaulatan, keutuhan dan keselamatan segenap bangsa Indonesia," ujar Hadi Tjahjanto.

Pembentukan Koopssus TNI bertujuan meningkatkan efektifitas TNI dalam merespons operasi khusus. Sebelumnya, dalam proses pelaksanaan operasi khusus, Mabes TNI perlu terlebih dahulu meminta pasukan kepada masing-masing matra. Wilayah operasi Koopssus TNI bisa dilakukan di dalam dan luar negeri. Ada beberapa ketentuan yang mengenai Koopssus yang diatur dalam Perpres 42 Tahun 2019 yang menjadi cikal bakal pembentukannya.

Di dalam salah satu pasalnya dijelaskan bahwa Koopsus bertugas menyelenggarakan operasi khusus dan kegiatan yang mendukung pelaksanaan operasi khusus. Operasi yang dimaksud sangat membutuhkan kecepatan dan penyelesaian yang tinggi guna menyelamatkan kepentingan nasional, baik itu di dalam maupun di luar negeri.

Bertindak sebagai Komandan Upacara, Kolonel Mar Nanang Saefulloh, yang sehari-hari menjabat Komandan Denjaka. Pembentukan Koopssus TNI memiliki struktur organisasi terdiri dari eselon pimpinan, pembantu pimpinan, eselon pelayanan dan eselon pelaksana. Komandan Koopssus TNI saat ini dijabat Brigjen TNI Rochadi yang sebelumnya menjabat Dir A Bais TNI.

Dalam upacara peresmian itu juga dilaksanakan pengambilan sumpah jabatan, penandatangan Pakta Integritas dan pelantikan jabatan Komandan Koopssus TNI serta penandatanganan Naskah Peresmian Kesatuan oleh Panglima TNI, yang disaksikan Kababinkum TNI Mayjen TNI Joko Purnomo dan Komandan POM TNI Mayjen TNI Dedy Iswanto.

Pasukan yang terlibat dalam upacara terdiri dari pleton Satkorsik Denma Mabes TNI (31 orang), tiga pleton Koopssus TNI (Kompi 1), tiga Pleton Kopassus TNI AD (Kompi 2), tiga pleton Marinir TNI AL (Kompi 3), tiga pleton Paskhas TNI AU (Kompi 4). Kemudian juga melibatkan tiga pleton Taipur Kostrad TNI AD (Kompi 5) dan Alutsista yang dikerahkan yaitu 1 unit ATAV, 2 unit Sea Rider, 2 unit Rantis Serbu, 1 unit Mars Tangga dan 1 unit P2 Komando.

Peresmian Koopssus TNI diisi dengan demontrasi Free Fall yang dilaksanakan dengan dua Run. Untuk run 1 dilaksanakan 6 peterjun dengan payung military dan perlengkapan IPP set pasukan khusus. Run 2 dilaksanakan penerjun dengan membawa 6 Bendera lambang-lambang Angkatan yaitu Bendera TNI AD (Kartika Eka Paksi), Bendera TNI AL (Jalesveva Jayamahe), Bendera TNI AU (Tri Dharma Eka Karma), Bendera Koopssus TNI (Tricakti Adikari) dan Bendera Merah Putih.

Upacara peresmian Koopssus TNI juga dihadiri para Kepala Staf Angkatan, Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto, Irjen TNI Letjen TNI M. Herindra, Dansesko TNI Marsdya TNI Trisno Hendradi, Danjen Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia dan lain-lain.

Kemudian juga hadir Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPD Nono sampono, Ketua Komisi 1 DPR RI Abdul Kharis Almasyhari, Kabakamla RI Laksdya Achmad Taufiqoerrochman dan Kabasarnas Marsdya TNI Bagus Puruhito.



Sumber: Suara Pembaruan