Panglima: Tingkat Keberhasilan Koopssus TNI Harus Dekati 100 Persen

Panglima: Tingkat Keberhasilan Koopssus TNI Harus Dekati 100 Persen
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau pasukan Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI saat diresmikan di Mabes TNI, Cilangkap, Selasa (30/7/2019). Pembentukan Koopssus TNI yang berasal dari pasukan elite tiga matra TNI tersebut bertujuan untuk nenghadapi spektrum ancaman yang semakin kompleks. ( Foto: ANTARA FOTO / Sigid Kurniawan )
Yeremia Sukoyo / JAS Selasa, 30 Juli 2019 | 10:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komando Operasi Khusus Tentara Nasional Indonesia (Koopssus TNI) secara resmi telah berdiri dan bisa dioperasikan berdasarkan komando dari Panglima TNI atas perintah Presiden. Salah satu fungsi utama Koopssus TNI adalah mengantisipasi berbagai macam gangguan teror yang mengancam ideologi, kedaulatan, dan keutuhan bangsa.

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menegaskan, ciri utama Koopssus TNI adalah kecepatan dengan persentase tingkat keberhasilan mendekati 100 persen.

"Ciri dari Koopssus TNI adalah kecepatan, dan kemungkinan adalah berhasil dengan presentase mendekati 100 persen," kata Panglima TNI, sesaat setelah meresmikan Koopssus TNI di lapangan Satpamwal Denma Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (30/7/2019).

Dijelaskan Panglima, ketika ada ancaman dari dalam maupun luar negeri, Panglima TNI bisa langsung memerintahkan untuk bergerak dengan cepat dengan tingkat keberhasilan sangat tinggi. Karena itulah, Koopssus TNI juga ditempatkan di Mabes TNI.

Keberadaan Koopssus TNI, dikatakan Panglima, tidak akan mengganggu keberadaan pasukan khusus di tiga matra yang sudah sejak dulu ada. Koopssus TNI merupakan gabungan pasukan khusus tiga matra, masing-masing dari darat, laut, dan udara. Dalam pelaksanaannya, Koopssus TNI akan mengatasi aksi terorisme dalam dan luar negeri.

"Bagaimana dengan pasukan khusus di 3 matra? Secara materiel sama adalah pasukan khusus. Namun kita tingkatkan lagi di Mabes TNI karena ancamannya beda. Ancaman dari darat, laut dan udara sehingga diperlukan interpropability," kata Panglima TNI. 



Sumber: Suara Pembaruan