Setara Institute: Deidelogisasi Ditandai Pudarnya Nilai Pancasila

Setara Institute: Deidelogisasi Ditandai Pudarnya Nilai Pancasila
Ilustrasi Pancasila ( Foto: istimewa / istimewa )
Robert Wardy / WBP Jumat, 16 Agustus 2019 | 14:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Setara Institute, Bonar Tigor Naipospos mengemukkan deideologisasi memang nyata terjadi di bangsa ini. Hal ini ditandai memudarnya nilai-nilai Pancasila di sebagaian masyarakat Indonesia.

“Merebaknya sikap pragmatisme menjadi penyebab. Kita lihat yang terjadi sekarang, semua menyembah ke harta dan kekuasaan. Yang dikejar utama adalah materi. Model seperti ini tidak pikir lagi soal ideologi bangsa,” kata Bonar Tigor Naipospos di Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Ia menanggapi pidato Ketua MPR Zulkifli Hasan yang menegaskan mengenai penguatan ideologi Pancasila. Bonar menjelaskan sikap pragmatisme sudah merebak hampir ke seluruh lapisan masyarakat. Tren ini harus bisa dicegah agar Pancasila tidak terus tergerus.

Penyebab lain dari deideologisasi adalah tidak adanya tokoh panutan yang mengaktualisasikan Pancasila. Pancasila tampak berjalan tanpa role model dan desain besar untuk terus terinternalisasi dalam diri tiap-tiap pribadi masyarakat.

“Kita butuh ada panutan atau tokoh kuat yang bisa menggelorakan nilai-nilai Pancsila itu. Itu untuk melawan ideologi-ideologi dari luar yang masuk ke negara ini,” tutur Bonar Tigor Naipospos.



Sumber: Suara Pembaruan