Gandeng Pesantren, BNPT Bangun Narasi Lawan Radikalisme

Gandeng Pesantren, BNPT Bangun Narasi Lawan Radikalisme
Peneliti The Habibie Center Sopar Poranto (kiri), Direktur Program dan Riset The Habibie Center Mohammad Hasan Ansori (kedua dari kiri), Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suaib Tahir (kedua dari kanan) Direktur Eksekutif Serve Indonesia Dete Aliah dalam diskusi dan peluncuran buku "Memberantas Terorisme di Indonesia: Praktik, Kebijakan, dan Tantangan",di Jakarta, Selasa (20/8/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Yeremia Sukoyo )
Yeremia Sukoyo / FER Selasa, 20 Agustus 2019 | 15:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) masih terus memaksimalkan upaya pencegahan penyebaran paham radikal dan teroris di Indonesia. Saat ini, BNPT telah membentuk kader di sejumlah wilayah untuk membantu membangun narasi melawan radikalisme dengan memanfaatkan pesantren.

"Tahun ini kami bergerak di pesantren-pesantren karena di tempat itu sangat memiliki potensi untuk melawan narasi pemikiran radikal," kata Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Suaib Tahir, dalam diskusi dan peluncuran buku Memberantas Terorisme di Indonesia: Praktik, Kebijakan, dan Tantangan, di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Suaib mengakui, upaya pencegahan beredar luasnya paham radikal tersebut dilakukan berupa sosialisasi, seminar, workshop, dan lain sebagainya. Itu semua dianggapnya sebagai bagian dari upaya pencegahan.

"Rakyat masih ada yang rentan terkena atau terpapar terorisme. Tidak ada masyarakat yang tidak rentan radikalisme dan terorisme. Itu banyak buktinya, karena itu kami juga mengoptimalkan upaya sosialisasi, seminar, workshop dan lain-lain," ujar Suaib Tahir.

Melalui berbagai upaya pencegahan tersebut, BNPT mencoba terus menularkan narasi-narasi untuk melawan kelompok radikal. Di dalam upaya tersebut BNPT memberikan penjelasan seperti apa tanda-tanda seseorang sudah terpapar radikalisme.

"Kami melakukan narasi-narasi melawan kelompok radikal. Kita memberikan penjelasan seperti apa terorisme, kita berikan narasi-narasi melawan terorisme. Tahun ini ada tiga pesantren," ucap Suaib Tahir.

Di tahun ini juga, menurut Suaib, BNPT lebih melakukan pendekatan lunak kepada masyarakat yang sudah terpapar radikalisme. Semua yang dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran paham radikal.

"Pendekatan BNPT yang dilakukan tahun ini lebih kepada pendekatan lunak. Kita dekati dengan hati kepada masyarakat. Dengan upaya itu kami berharap bisa meminimalisir penyebaran paham radikal," pungkas Suaib Tahir.



Sumber: Suara Pembaruan