Fahri Minta Presiden Gerak Cepat Atasi Gejolak di Papua

Fahri Minta Presiden Gerak Cepat Atasi Gejolak di Papua
Fahri Hamzah. ( Foto: Antara )
Hotman Siregar / WBP Jumat, 30 Agustus 2019 | 11:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan bahwa permasalahan Papua memerlukan langkah luar biasa dari Presiden. Tidak bisa presiden hanya mengeluarkan imbauan yang datar, dalam situasi seperti sekarang.

"Harus ada pesan yang sampai ke hati masyarakat, khususnya masyarakat Papua yang menganggap bahwa ada yang tidak beres dalam cara kita melihat Papua," kata Fahri Hamzah melalui pesan singkatnya yang diterima wartawan, Jumat (30/8/2019).

Fahri menyampaikan ini, karena kondisi dan situasi di Bumi Cendrawasih itu masih bergolak pascakasus rasisme yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya beberapa waktu lalu.

Menurut Fahri, Presiden Jokowi harus mewakili seluruh bangsa Indonesia, dan menjelaskan secara gamblang rencanya ke depan dan tindakan yang harusnya sudah akan diambil dalam rangka membagun kepercayaan masyarakat.

"Sambil tentunya mendengar apa yang sekarang dalam jangka pendek dituntut oleh masyarakat. Lalu kemudian kita mencoba membangun pengertian jangka panjang tentang keadaan kita," tambah Fahri Hamzah.

Sebab lanjut inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) itu, jika presiden terlalu datar membuat pernyataan, sementara orang sudah bertindak jauh, termasuk adanya pihak yang mencoba menginternasionalisasi persoalan ini, nanti yang ada penyesalan, karena terlambat.

Persoalan ini, menurut Fahri Hamzah, ada akar terdalam yang tidak mudah dibaca dengan kasat mata.
"Ini lah tugas berat pemimpin Indonesia, karena memiliki luas wilayah dan disparitas, baik fisik maupun non fisik yang tidak kecil," kata Fahri Hamzah.

Dia mengatakan, jarak antara Jakarta dan Papua tidak mengandung jarak fisik, tetapi jarak psikologis dan lain sebagainya yang semuanya harus dijembatani dengan rencana luar biasa.

"Sekali lagi, pihak yang pemain di kasus Papua selalu banyak, terutama pihak internasional yang selalu ingin agar kedamaian dan stabilita di Papua itu tidak pernah selesai," tandas Fahri Hamzah.



Sumber: Suara Pembaruan