Wiranto: Pasukan di Papua Hanya 6.000 Prajurit

Wiranto: Pasukan di Papua Hanya 6.000 Prajurit
Wiranto. ( Foto: Antara )
Robertus Wardi / YUD Senin, 9 September 2019 | 19:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan (Polhukam) Wiranto memastikan tidak ada pengerahan pasukan TNI dan Polri dalam jumlah besar di Papua. Apa yang beredar di masyarakat mengenai banyaknya pasukan di Papua adalah berita bohong atau hoax.

“Dibandingkan dengan jumlah TNI dan Polri, tadi saya tanya kepada Panglima TNI jumlahnya pasukan kita TNI dan Polri kalau digabung ya sekitar 850.000 orang. Nah yang ada di sana (Papua, Red) kan sekitar 6.000 kan, atau 6.500. Jadi kan tidak sampai satu persen,” kata Wiranto dalam konferensi pers di Kementerian Polhukam, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Ia menjelaskan kehadiran TNI dan Polri di Papua bukan untuk menakut-takuti masyarakat. Kehadiran pasukan di sana untuk mengamankan wilayah, apalagi masih ada provokasi untuk melakukan kerusuhan.

“Jangan kemudian disebut bahwa wah di sana, TNI dan polisi menggeruduk, mengadakan aksi-aksi menakut-nakuti rakyat. Ini berita enggak bener,” tegas Wiranto.

Dia kemukakan pengiriman pasukan ke Papua juga untuk menjaga obyek-obyek vital. Negara melalui TNI dan Polri berkewajiban untuk melindungi obyek-obyek tersebut agar tidak dirusak masyarakat.

“Jadi sudah dikatakan bukan represif, tugasnya melindungi masyarakat, melindungi obyek kita, obyek penting, instalasi-instalasi penting, fasilitas umum. Dilindungi agar enggak dirusak dan dibakar,” tuturnya.

Dia menambahkan kehadiran TNI dan Polri di Papua sudah diintruksikan agar bertindak persuasif dan kompromi. TNI dan Polri membangun komunikasi dan mengajak masyarakat agar tidak melakukan aksi unjukrasa terus-menerus.

“Mereka punya misi tambahannya ya bersihkan puing-puing akibat kebakaran, akibat kerusakan, dibersihkan supaya bersih. Sehingga Kementerian PUPR segera bisa masuk dan membangun kembali. Sudah ada instruksi presiden segera dilakukan pembangunan kembali agar segera bisa berfungsi obyek-obyek penting serta fasilitas umum,” tutup Wiranto. 



Sumber: Suara Pembaruan