Panglima TNI Minta Prajurit Waspadai Ancaman Siber

Panglima TNI Minta Prajurit Waspadai Ancaman Siber
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan). ( Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat )
/ WBP Sabtu, 5 Oktober 2019 | 09:28 WIB

Biak, Beritasatu.com - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan, jajaran prajurit untuk senantiasa mewaspadai ancaman siber sebagai dampak kemajuan teknologi.

"Sebagai contoh perang siber yang disertai perang informasi,walaupun tidak menghancurkan, namun sangat merusak bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara," ungkap Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam amanat tertulis dibacakan Pangkoopsau III Marsekal Muda TNI Andyawan Martono P pada peringatan HUT ke-74 TNI di Biak, Papua, Sabtu (5/10/2019).

Panglima TNI Marsekal Hadi mengatakan, prajurit sebagai alat negara yang menjalankan tugas TNI tidak terlepas dari perubahan lingkungan strategis yang berkembang dinamis dan semakin kompleks. Hal ini telah menciptakan dimensi dan metode peperangan baru yang ditandai kemajuan teknologi.

Ia menyebut, konsep inipun mengaburkan filosofi perang konvensional dengan menggeser dimensi waktu, karena perang-perang tersebut terjadi di masa damai. Ditambah lagi, potensi bencana alam yang dapat terjadi setiap saat.

Menurut Panglima TNI Marsekal Hadi, seluruh prajurit harus siap menghadapi kompleksitas. Dalam menghadapi ancaman nyata saat ini, menurut Panglima, diperlukan postur TNI ideal yang dibangun sesuai kebijakan pertahanan negara dan disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. "Pembangunan postur TNI meliputi pembangunan kekuatan, pembinaan kemampuan dan gelar kekuatan TNI," ujar TNI Marsekal Hadi.

Dalam rangka pembangunan kekuatan TNI, lanjut Marsekal Hadi, telah dibentuk beberapa organisasi baru pada periode 2018 sampai dengan 2019, yaitu pembentukan Divisi Infanteri-3/Kostrad, Koarmada III, Koopsau III dan Pasmar-3 Korps Marinir pada tanggal 11 Mei 2018. Langkah ini guna menghadapi trouble spot di wilayah Indonesia bagian Timur

Sementara pembentukan Satuan TNI Terintegrasi (STT) Natuna pada 18 Desember 2018, menurut Panglima TNI Marsekal Hadi, sebagai pangkalan bagi unsur-unsur TNI yang beroperasi di wilayah utara Indonesia.

Adapun pembentukan satuan Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI pada 30 Juli 2019, lanjutnya, untuk menyelenggarakan operasi khusus guna menyelamatkan kepentingan nasional di dalam maupun di luar wilayah NKRI. "Pembentukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, II dan III pada tanggal 27 September 2019 untuk menyelenggarakan kampanye militer, operasi gabungan dan operasi lainnya dalam rangka melaksanakan tugas pokok TNI," kata TNI Marsekal Hadi.

Sementara Pangkoopsau Biak Marsda Andyawan Martono mengatakan jajaran prajurit TNI di Biak akan ditingkatkan kemampuannya untuk mengenal siber. "Prajurit TNI harus disiapkan memiliki pengetahuan tentang siber sehingga bisa mengantisipasi adanya ancaman nyata dalam dunia maya,"ungkap Marsda Andyawan Martono didampingi Danrem 173/PVB Brigjen Bahman, Pangkosek Hanudnas IV Marsma TNI Mujianto, Kasopsau III dan Komandan Guskamla seusai syukuran HUT TNI Ke-74.

Peringatan hari ulang tahun Ke-74 TNI di Kabupaten Biak Numfor, dipimpin Pangkoopsau III Marsekal Muda TNI Andyawan Martono P serta komandan upacara Letkol (Lek) Joko Adriyanto ditandai dengan defile diikuti prajurit ketiga angkatan TNI AD,TNI AU,TNI AL dan Polri serta Satpol PP, Pramuka, Basarnas.

 



Sumber: ANTARA