Pakar: Perang Masa Depan Memiliki Daya Hancur Tinggi

Pakar: Perang Masa Depan Memiliki Daya Hancur Tinggi
(Ki-ka): Peneliti CSIS Fitriani, Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto dan Pakar Pertahanan Indonesia Andi Widjajanto di acara diskusi CSIS di Gedung Pakarti Center, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin, 7 Oktober 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Yustinus Paat )
Yustinus Paat / RSAT Senin, 7 Oktober 2019 | 17:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar Pertahanan Indonesia Andi Widjajanto mengungkapkan salah satu karakteristik perang masa depan adalah berdaya hancur tinggi. Perang masa depan, kata Andi, tergantung pada kecanggihan teknologi yang bisa menghancurkan segalanya.

"Perang masa depan daya hancurnya akan sangat tinggi. Sudah ada teknologi-teknologi yang memastikan daya hancur di fasilitas-fasilitas militer maupun nonmiliter akan sangat-sangat tinggi," ujar Andi di acara diskusi CSIS bertajuk "Forum Politik dan Kebijakan Publik, Transformasi TNI di Era Disrupsi Teknologi: Prospek dan Tantangan" di Gedung Pakarti Center, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (7/10/2019).

Andi mengatakan karena daya hancurnya tinggi,  perang masa depan tidak akan memakan waktu yang lama. Bahkan, menurut dia, dalam perang masa depan, tentaranya tidak suka melakukan perang 2 atau 3 kali, tetapi sekali perang dan selesai.

"Jadi one battle, determine the war, satu pertempuran memastikan perangnya kalah atau menang, one decisive battle karena ada teknologi, karena ada daya penghancurnya," tandasnya.

Andi pun mengimbau agar bangsa Indonesia bisa mulai mengantisipasi perang masa depan tersebut. Apalagi posisi Indonesia yang sangat strategis. Antisipasi tersebut bisa dilakukan dengan menguasai teknologi.

TNI, kata Andi, harus siap menghadapi perang masa depan tersebut. Andi mengapresiasi TNI yang telah memamerkan salah satu teknologi canggih yaitu pesawat nir awak Drone CH4. Menurut dia, Drone CH4 merupakan salah satu teknologi yang bagus.

"Di HUT le-74 TNI, salah satu yang menarik yang digelar oleh Mabes TNI adalah Drone CH4, yang sebetulnya sudah dicoba, dipakai di latihan gabungan Dharma Yuda pada September 2019. Drone CH4 itu di latihan Darma Yuda, digelar di pusat latihan marinir Situbondo dan dikendalikan dari Surabaya. Jadi kita sudah punya drone, combat drone, dipertunjukan juga di Halim," pungkas Andi.



Sumber: BeritaSatu.com