Salut! Prajurit Berpangkat Kopral Kuasai Tujuh Bahasa Asing Hanya dari Grup WA

Salut! Prajurit Berpangkat Kopral Kuasai Tujuh Bahasa Asing Hanya dari Grup WA
Kopral Dua (Kopda) Hardius Rusman (kiri) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. ( Foto: Istimewa / Puspen TNI )
Asni Ovier / AO Rabu, 9 Oktober 2019 | 13:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Belajar bisa di mana saja, termasuk memperdalam bahasa asing. Bahkan, di era teknologi informasi seperti saat ini, belajar juga bisa hanya melalui internet atau media sosial, salah satunya adalah WhatsApp (WA). Kunci keberhasilannya hanya satu, yakni tak kenal menyerah.

Prinsip itu yang dipegang oleh seorang prajurit TNI berpangkat Kopral Dua (Kopda) bernama Hardius Rusman. Kopda Hardius memiliki kepiawaian menguasai tujuh bahasa asing, yaitu bahasa Jerman, Prancis, Portugis, Belanda, Spanyol, Inggris, dan Italia.

Hebatnya lagi, Kopda Hardius Rusman tidak pernah mengenyam pendidikan resmi untuk memperdalam bahasa-bahasa asing itu. Kopda Hardius mengatakan bahwa dia hanya belajara bahasa Asing itu melalui grup WA yang beranggotakan dari berbagai negara.

Kopda Hardius Rusman yang saat ini bertugas di Kodim 0111/Bireuen, Kodam Iskandar Muda (IM), Aceh, merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Bengkulu Selatan, pada 2004.

Atas kemampuannya itu, Kopda Hardius pun dipanggil secara khusus oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (7/10/2019). Dalam siaran pers Puspen TNI yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Rabu (9/10/2019), Panglima TNI mengatakan bahwa kemampuan yang diberikan kepada Kopda Hardius Rusman merupakan karunia dari Allah SWT.

“Dengan kemampuan menguasai tujuh bahasa asing, Kopda Hardius Rusman harus bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat pada umumnya dan institusi TNI pada khususnya,” kata Panglima TNI.

Menurut Marsekal Hadi Tjahjanto, saat ini sudah ada prajurit TNI berpangkat terendah yang memiliki kemampuan tujuh bahasa asing. Jadi, kemampuan berbahasa asing itu tidak hanya dimiliki prajurit-prajurit TNI berpendidikan dan berpangkat tinggi.

“Prajurit ini bisa menjadi contoh dan memberikan motivasi kepada prajurit-prajurit lainnya,” kata Panglima TNI.



Sumber: Suara Pembaruan