30.000 Personel TNI-Polri Siap Amankan Pelantikan Presiden

30.000 Personel TNI-Polri Siap Amankan  Pelantikan Presiden
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memimpin apel pengamanan menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden di Jakarta, Kamis (17/10/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Bayu Marhaenjati / RSAT Kamis, 17 Oktober 2019 | 10:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 30.000 personel TNI-Polri, siap melakukan pengamanan pengambilan sumpah serta pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2019). Sistem pengamanan menggunakan pola ring.

"Hari ini kami laksanakan apel gelar pasukan untuk pengamanan, dan kami semuanya menyatakan bahwa Panglima TNI, Kapolri, KSAD, KSAL, KSAU menyatakan siap untuk menjalankan tugas pengamanan tersebut," ujar Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto di Silang Monas, Kamis (17/10/2019).

Panglima TNI mengatakan pengamanan mulai dilaksanakan hari ini. Pasukan disebar ke wilayah-wilayah sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Pasukan yang dilibatkan 30.000 dengan susunan tugas dilaksanakan dan di bawah tanggung jawab Paspampres (ring 1), ring 2 TNI, dan ring 3 gabungan TNI/Polri serta unsur lainnya

Dikatakan Hadi, objek yang diamankan adalah presiden-wakil presiden dan keluarganya, kepala negara dari luar negeri, tamu undangan, kepala pemerintahan, dan utusan khusus, mulai dari perjalanan sampai tempat pelantikan hingga kembali.

"Pengamanan berikutnya mulai dari wisma sampai ke DPR/MPR semua menjadi tanggung jawab," ungkap Hadi Tjahjanto.

Panglima TNI menyampaikan, prajurit TNI dan personel Polri juga melakukan pengamanan sarana dan prasarana yang akan digunakan presiden dan wakil presiden, termasuk tamu negara.

"Beberapa tempat yang menjadi konsentrasi di antaranya adalah gedung DPR/MPR itu sendiri dengan perimeter yang sudah kita tentukan. Ada beberapa titik kritis yang harus kita perkuat termasuk Istana Presiden, wilayah-wilayah lain yang menjadi konsen adalah tempat-tempat ekonomi, contohnya Glodok, Jembatan Tiga, dan lain-lain," katanya.

Termasuk yang harus kita pertebal adalah wilayah-wilayah Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdana Kusuma, dan objek vital di antaranya adalah PLN Gandul, tempat logistik Pertamina dan tempat lain yang dianggap perlu untuk diamankan.

"Sehingga apa yang kita lihat pagi ini, sebanyak 30.000 pasukan prajurit TNI-Polri siap melaksanakan tugas pengamanan," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com