Defence Shifting Harus Jadi Perhatian Prabowo

Defence Shifting Harus Jadi Perhatian Prabowo
Susaningtyas Kertopati, pengamat intelijen. ( Foto: Istimewa )
Yeremia Sukoyo / RSAT Kamis, 24 Oktober 2019 | 10:12 WIB

Jakarta, Beritasatu,com - Pemahaman defence shifting (pergeseran pertahanan, perubahan atau reformasi sistem pertahanan) harus menjadi pertimbangan utama Menhan baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Semua dilakukan agar transformasi di tubuh TNI menjadi kekuatan militer yang disegani di kawasan dengan mengoptimalkan para prajurit intelektual.

"Singkat kata, dalam program 100 hari Menhan baru, maka defence shifting harus dihadapi dengan meningkatkan kapabilitas dan kapasitas prajurit TNI untuk melahirkan scholar warrior (prajurit atau perwira yang akademisi)," kata Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas NH Kertopati, Kamis (24/10) di Jakarta.

Saat ini, defence shifting menjadi tema besar yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo kepada Menhan yang baru. Banyak negara telah memberi kebijakan baru terkait defence shifting yang lebih mengarah kepada efisiensi operasi militer dihadapkan pada karakteristik ancaman.

"Efisiensi operasi militer diaplikasikan dengan pemanfaatan teknologi terkini sehingga capaian operasi lebih efektif dengan sumber daya sehemat mungkin," ucap wanita yang akrab disapa Nuning itu.

Teknologi terkini yang paling mendominasi defence shifting adalah Unmanned System baik UAV (Unmanned Aerial Vehicle), USV (Unmanned Surface Vehicles) maupun USSV. Berikutnya adalah prioritas cyber defence dalam semua bentuk peperangan pada semua tingkatan operasi militer.

"Kedua macam teknologi tersebut mendorong terjadinya Revolutionary in Military Affairs (RMA) gelombang kedua dengan fokus implementasi hybrid warfare (gabungan perang konvensional dan modern)," ungkap Nuning.

Menurutnya, karakteristik ancaman saat ini dan ke depan telah banyak berubah sehingga harus dihadapi dengan hybrid warfare. Karena itulah pemahaman defence shifting harus menjadi pertimbangan utama Menhan baru guna melakukan transformasi di tubuh TNI.



Sumber: Suara Pembaruan