Politisi Gerindra: Kedaulatan Pertahanan Dibentengi Ketahanan Pangan

Politisi Gerindra: Kedaulatan Pertahanan Dibentengi Ketahanan Pangan
Ilustrasi prajurit TNI. ( Foto: Antara )
Carlos Roy Fajarta / FMB Sabtu, 26 Oktober 2019 | 12:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo menunjuk Prabowo Subianto menempati posisi Menteri Pertahanan di kabinet Indonesia Maju. Kementerian ini merupakan salah satu pos kementerian vital yang terkait urusan pertahanan.

Anggota DPR RI periode 2019-2024 dari Fraksi Partai Gerindra, Bambang Kristiono, mengatakan pemerintah harus memperhatikan bidang pertahanan. Menurutnya, ancaman peperangan pada saat ini bukan lagi pada invasi atau serangan bersenjata, tetapi lebih kepada kepada perang digital, teknologi, dan juga proxy war.

"Di masa depan, dinamika kehidupan yang dihadapi generasi muda akan banyak sekali, termasuk ancaman proxy war," ujar Bambang, Sabtu (26/10/2019) di Jakarta.

Ia menjelaskan, jika dilihat secara global, bidang pertahanan tidak bisa dipisahkan dari ketahanan pangan yang turut menjaga stabilitas nasional suatu negara di bidang ekonomi, politik maupun sosial.

Bambang menyebutkan pertahanan negara dan ketahanan pangan rakyat Indonesia ke depannya harus semakin kuat sehingga berjalan beriringan untuk memperkuat kedaulatan pertahanan dan pangan masyarakat Indonesia.

"Ini (kedaulatan pertahanan dan pangan, red) dua hal yang saling berkaitan," tambah anggota DPR dari daerah pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Barat II itu. 



Sumber: Suara Pembaruan