Nelayan RI Diminta Waspadai Ancaman Penculikan oleh Abu Sayyaf

Nelayan RI Diminta Waspadai Ancaman Penculikan oleh Abu Sayyaf
Empat anak buah kapal (ABK) berwarganegaraan Indonesia menuruni tangga pesawat setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (13/5). Sebanyak empat (ABK) Kapal Henry tersebut akhirnya dibebaskan setelah disandera kelompok militan Abu Sayyaf sejak 15 Maret lalu. Antara/M Agung Rajasa
/ WBP Sabtu, 2 November 2019 | 10:43 WIB

Tarakan, Beritasatu.com - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) mengimbau para nelayan agar waspada terhadap ancaman penculikan oleh kelompok Abu Sayyaf.

"Kami minta para nelayan membawa kapal-kapalnya berlayar menghindari kelompok Abu Sayyaf yang berpindah dari kawasan Tawi-Tawi ke kawasan Semporna," kata Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas III Tarakan Syaharuddin di Tarakan, Kalimantan Utara, Sabtu (2/11/2019).

Polri: Densus Siap Kerja Sama dengan Koopssus

Menurut dia, sasaran kelompok Abu Sayyaf adalah wisatawan asing dan kapal-kapal yang melintas di kawasan Semporna, Sabah, Malaysia. "Peringatan ini sudah diumumkan oleh VTS ( Vessel Trafic Service) Distrik Navigasi," kata Syaharuddin.

WNI Sandera Abu Sayyaf Diselamatkan Marinir Filipina dalam Baku Tembak

Sebelumnya KSOP Kelas III Kota Tarakan memperingatkan para nelayan terhadap ancaman penculikan di perairan Sabah dan Filipina.



Sumber: ANTARA