Presiden Minta TNI Kawal Agenda Pemerintah

Presiden Minta TNI Kawal Agenda Pemerintah
Joko Widodo. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Novy Lumanauw / FMB Rabu, 13 November 2019 | 14:48 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjaga kewibawaan dalam mengawal agenda besar bangsa Indonesia. Ada sejumlah agenda besar yang kini sedang dijalankan pemerintah, di antaranya membuka lapangan kerja, meningkatkan ekspor, meningkatkan investasi, dan menurunkan impor. Kebesaran TNI sebagai penjaga pertahanan, keamanan, dan persatuan bangsa harus terlihat jelas dalam pelaksanaan agenda tersebut.

“Kewibawaan TNI harus dimanfaatkan untuk mendukung agenda-agenda besar bangsa ini. Saya berkali-kali titip kepada Panglima TNI,” kata Presiden Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

Kepala Negara mengungkapkan, rakyat sangat berharap pada kontribusi TNI dan Polri dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor, dan penurunan impor. “Sekali lagi, cipta lapangan kerja itu menjadi agenda besar bangsa kita, meningkatkan ekspor, menurunkan impor juga agenda besar bangsa kita,” katanya.

Presiden Jokowi secara khusus mengingatkan bahwa jangan pernah ada pihak yang mencoba bermain-main di area ini. Ia mengatakan akan menggigit siapa pun yang terbukti bermain-main di area ini untuk kepentingan pribadi.

“Saya sudah wanti-wanti betul. Di area ini kalau masih ada yang main-main, saya gigit sendiri. Akan saya ‘gigit’ sendiri. Lima tahun kemarin, saya detailkan ini, kenapa tidak jalan. Oh di sini, saya mulai mengerti. Sudah mulai mengerti. Kalau masih ada yang main-main, sekali lagi yang ‘gigit’ saya sendiri. Lewat cara saya,” kata Presiden Jokowi.

Disebutkan, ‘gigitan’ Presiden Jokowi itu bisa melalui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), maupun Kejaksaan.

“Bisa lewat KPK, bisa. Bisa lewat Polri, bisa lewat Kejaksaan. Saya akan bisikkan bahwa di sana ada main-main. Tidak mungkin saya gigit sendiri,” katanya.



Sumber: Investor Daily