Panglima TNI Ingatkan Pentingnya Ekonomi Kerakyatan

Panglima TNI Ingatkan Pentingnya Ekonomi Kerakyatan
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto secara resmi membuka "Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache Spouses Culture 2019" di gedung Balai Sudirman, Jalan Dr Saharjo, Jakarta, Rabu, 13 November 2019. ( Foto: Istimewa / Puspen TNI )
Yeremia Sukoyo / FER Jumat, 15 November 2019 | 22:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, resmi menutup rangkaian Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache Spouses Culture 2019 di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (15/11/2019).

Baca Juga: Dharma Pertiwi Luncurkan Platform Ladara Indonesia

Panglima TNI dalam sambutan penutupan kegiatan tersebut meyakini, ada banyak manfaat yang diperoleh dengan diadakannya kegiatan itu. Selain bermanfaat dari sisi ekonomi, kegiatan Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache Spouses Culture juga menambah wawasan kekayaan budaya Indonesia.

"Saya yakin banyak manfaat yang telah kita peroleh, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga wawasan yang luas tentang kekayaan budaya tanah air dan negara-negara sahabat," kata Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Menurut Panglima, setiap kali pameran budaya ataupun pertunjukan kesenian tradisional Indonesia di dalam maupun luar negeri selalu disambut dengan antusias. Karena itu sudah sewajarnya jika seluruh elemen masyarakat dapat ikut melestarikan budaya yang dimiliki.

"Kesenian kita dilandasi dengan berbagai nilai-nilai luhur dan kearifan lokal sehingga sangat menarik untuk dipelajari ataupun dinikmati. Sehingga kewajiban kita sebagai bangsa untuk melestarikan budaya kita sendiri," ujarnya.

Baca Juga: Panglima TNI Buka Gebyar Karya Pertiwi

Dalam kesempatan itu Panglima juga mengungkapkan dirinya mendapat laporan adanya ibu prajurit yang meminta tambahan uang dari suaminya. Bahkan, ada yang sampai membawa ATM milik suaminya demi mendapatkan barang-barang yang dipamerkan.

"Yang penting belanjaanya ditunjukkan kepada suami agar suami tahu yang mana tas istrinya, sehingga saat tas itu tertinggal di kursi, suaminya tahu itu tas istrinya," ucap Panglima TNI.

Saat ini, dirinya berharap ekonomi kreatif Indonesia akan semakin berkembang. Dengan demikian kesejahteraan rakyat juga meningkat. Terlebih teknologi pemasaran secara digital yang saat ini sedang digandrungi harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para praktisi ekonomi kerakyatan.

"Jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 260 juta jiwa adalah pasar yang sangat potensial. Ekonomi kerakyatan merupakan kekuatan besar yang membuat Indonesia mampu bertahan dari krisis ekonomi," kata Panglima TNI.

Menurutnya, jumlah penduduk yang besar akan dapat menyerap produksi dalam negeri, sebesar apapun itu. Disitulah sebetulnya kekuatan Indonesia yang dapat mencukupi dirinya sendiri.

Selanjutnya yang dibutuhkan adalah bagaimana meraih para konsumen, pasar di seluruh penjuru Indonesia, melalui teknik pemasaran yang tepat dan menarik.

"Di samping itu juga dibutuhkan konsistensi serta peningkatan kualitas dan jaminan mutu sehingga konsumen tersebut puas dan akan membeli kembali," ujar Panglima TNI.



Sumber: Suara Pembaruan