Wapres: Tokoh Radikal Dikenalkan dari Paud, Ini Jadi Perhatian
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Wapres: Tokoh Radikal Dikenalkan dari Paud, Ini Jadi Perhatian

Sabtu, 16 November 2019 | 08:46 WIB
Oleh : Robertus Wardy / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengemukakan pemerintah ingin memberantas paham radikalisme secara komprehensif dari hulu sampai hilir. Alasannya, radikalisme adalah paham yang sudah menyebar luas di negara ini. Terbukti dengan munculnya berbagai bom bunuh diri di berbagai tempat. Terakhir bom bunuh diri di Medan, Sumatera Utara (Sumut).

“Kita ingin penanganan radikalisme menjadi arus utama program nasional kita. Penanganannya dilakukan secara komprehensif dari hulu sampe hilir,” kata Ma'ruf Amin di Istana Wapres, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019).

Ideologi Islam Radikal Sebut Indonesia dalam Darurat Perang

Dia menambahkan penanganan serius juga diberikan kepada anak-anak. Pasalnya, doktrin radikalisme yang paling parah dimulai dari anak-anak. Bukan hanya SD, tapi dari pendidikan anak usia dini (Paud).

"Dari Paud itu sudah ada gejala. Seperti membawa poster-poster tokoh yang radikal, dikenalkan ke Paud. Tokoh-tokoh radikal dikenalkan dari Paud, kemudian dari SD. Ini menjadi perhatian. Jangan anak-anak seperti ada acara, disuruh bawa senjata, tokoh pejuang. Nah itu bisa membaha pengaruh-pengaruh radikalisme,” tutur Ma'ruf Amin.

Demokrasi Liberal Berpeluang Suburkan Islam Radikal

Dia menjelaskan pemberantasan dengan mencari sumber-sumber yang menyebabkan terjadinya paham radikalisme, baik dari dalam negeri atau pengaruh orang di luar negeri. Warga Indonesia yang sekolah di luar negeri dan baru pulang ke Indonesia juga menjadi perhatian serius. Alasannya, mereka bisa saja belum memiliki komitmen kebangsaan yang kuat.

Dia menegaskan pemberantasan radikalisme harus melibatkan semua stakeholder, baik pemerintah maupun masyarakat, termasuk organisasi massa (ormas) Islam. Penanganan juga harus tersinergi antara semua pihak. Selain itu, hasil-hasil dari kebijakan atau langkah yang sudah dilakukan dievaluasi supaya terukur, dan bisa diketahui dari satu periode ke periode.

Kemudian melibatkan unit kelembagaan masyarakat terkecil seperti RT dan RW. "Ini harus dilibatkan dan diberi kewenangan dan difasilitasi. Bukan hanya urus surat, tapi juga mengetahui masyarakat di sekitarnya seperti apa. Apakah terpapar radikalisme, apa tidak. Semua pihak itu kita libatkan keseluruhan, sinergi, komprehensif. Sehinggan perkembangan radikalisme itu dari hulu dari hilir bisa diketahui,” jelas Ma'ruf Amin.

Dia meminta masyarakat agar jangan membangun narasi-narasi konflik dan permusuhan dalam masyarakat. Narasi yang dibangun adalah kerukunan, saling menghargai dan menghormati. Alasannya, narasi yang saling membenci ikut melahirkan paham radikalisme. “Narasi-narasi yang kita bangun, baik muslim dan non- muslim, harus kerukunan, bukan konflik atau berhadap-hadapan. Islam kafir dihadap-hadapkan. Kalau zaman perang, saya kira itu tepat. Tapi kita kan damai, aman. Jangan bawa narasi-narasi konflik,” tutup Ma'ruf Amin.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KLHK Amankan 17 Unit Kontainer Kayu Merbau di Tanjung Perak

Sebanyak 17 kontainer kayu merbau dan linggua angsana berhasi diamankan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

NASIONAL | 16 November 2019

Kembali Unjuk Taring, KPK Ingatkan Kepala Daerah Tak Korupsi

KPK mengingatkan para kepala daerah untuk tidak menerima apapun yang berkaitan dengan jabatannya.

NASIONAL | 16 November 2019

Anjungan Dukcapil Mandiri Bakal Diluncurkan, Begini Fungsinya

Melalui ADM, masyarakat tidak akan bolak balik ke kantor Disdukcapil.

NASIONAL | 16 November 2019

Sebelum UU Baru Berlaku, KPK Sidik 142 Kasus Korupsi

Belum adanya tersangka baru yang ditetapkan pasca-UU baru berlaku memunculkan spekulasi KPK saat ini sedang gamang.

NASIONAL | 16 November 2019

Keluarga Presiden Jokowi Sambut Bayi Perempuan

Keluarga besar Presiden Joko Widodo menyambut bayi perempuan buah hati Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda pada Jumat (15/11/2019).

NASIONAL | 15 November 2019

Draf Omnibus Law Diserahkan Sebelum 12 Desember

Lebih dari 70 undang-undang telah diidentifikasi dan akan disederhanakan.

NASIONAL | 16 November 2019

Korban First Travel Tolak Uang Hasil Lelang Diserahkan untuk Negara

"Keputusan pengadilan melelang harta kekayaan pemilik First Travel untuk diserahkan ke negara sangat menyakitkan kami," ujar Asro.

NASIONAL | 15 November 2019

Polisi Tangkap Lagi 2 Orang dan Temukan Hutan Bakau Tempat Pembuatan Bom

Petugas sudah turun ke lokasi hutan bakau dan sedang mencari bahan peledak di sana.

NASIONAL | 15 November 2019

Panglima TNI Ingatkan Pentingnya Ekonomi Kerakyatan

Ekonomi kerakyatan merupakan kekuatan besar yang membuat Indonesia mampu bertahan dari krisis ekonomi.

NASIONAL | 15 November 2019

Mangga Dapat Dijadikan Modal Utama Ekspor Buah

Potensi mangga Indonesia yang sangat besar dapat dijadikan modal utama meningkatkan kinerja ekspor buah.

NASIONAL | 15 November 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS