Prabowo Ingin Bekali Pekerja Migran Dengan Bela Negara

Prabowo Ingin Bekali Pekerja Migran Dengan Bela Negara
Prabowo Subianto. ( Foto: Antara )
Robertus Wardi / YUD Rabu, 11 Desember 2019 | 15:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto ingin memberikan pelatihan bela negara kepada para pekerja migran. Tujuannya agar saat berada di luar negeri, mereka menjadi duta bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Pertahanan (Kemhan) Dahnil Anzar Simanjuntak di Kemhan, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019). Ia menjelaskan pada hari ini, Prabowo dan Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah melakukan pembicaraan pendahuluan terkait hal tersebut. Kemhan dan Kemenaker sepakat memfasilitasi pelatihan bela negara bagi pekerja migran Indonesia, terutama terkait dengan pemahaman-pemahaman tentang Indonesi dan masalah nasionalisme.

“Para pekerja migran yang sejatinya adalah para patriot bangsa karena telah menyumbang devisa besar bagi IndonesiaI, memiliki bekal yang cukup sebagai duta bangsa. Bekal tersebut terkait pemahaman-pemahaman dasar tentang keIndonesiaan,”tutur Dahnil.

Sebelumnya, Prabowo menekankan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut dalam program bela negara. Menurutnya, konsep pertahanan rakyat semesta telah menjadi doktrin pertanahan yang dianut oleh bangsa ini.

"Itu adalah doktrin Indonesia selama ini, lahir dari sejarah kita, bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut bela negara," kata Prabowo saat Rapat Kerja dengan Komisi I DPR, pertengahan November lalu.

Prabowo yakin Indonesia tidak akan dikuasai negara lain jika seluruh rakyat menjadi komponen pertahanan negara. Artinya, pertahanan negara tidak hanya diperkuat oleh TNI sebagai komponen utama.

"Kita harus menyiapkan komponen-komponen pendukung dari seluruh rakyat Indonesia dari semua sektor apakah itu sektor petani, nelayan, sektor swasta, akademis, ormas, parpol. Itu menjadi komponen pendukung pertahanan negara kita," ujar Prabowo yang Ketua Umum Partai Gerindra.



Sumber: Suara Pembaruan