Menko Mahfud: Presiden Ingin Penanganan Masalah Keamanan Laut Satu Pintu

Menko Mahfud: Presiden Ingin Penanganan Masalah Keamanan Laut Satu Pintu
KRI Teuku Umar-385 melakukan peran muka belakang usai mengikuti upacara Operasi Siaga Tempur Laut Natuna 2020 di Pelabuhan Pangkalan TNI AL Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Jumat, 3 Januari 2020. ( Foto: Antara / M Risyal Hidayat )
Yeremia Sukoyo / FMB Selasa, 7 Januari 2020 | 13:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memimpin rapat koordinasi khusus terkait tugas pokok dan fungsi (rakorsus tupoksi) dan kewenangan penanganan pengamanan laut di Kemko Polhukam, Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Pada kesempatan itu Mahfud kembali menyampaikan adanya instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan laut dan perairan di Indonesia agar tidak terjadi saling tumpang tindih.

"Tanpa ada kasus Natuna pun instruksi presiden sebelum itu sudah disampaikan dan terakhir dalam ratas kabinet, menginstruksikan Menteri Polhukam dan Menteri Kemaritiman supaya segera untuk mengambil langkah langkah menata kembali penanganan masalah laut," kata Mahfud.

Dijelaskan Mahfud, ketika itu Presiden Jokowi sudah menjabarkan sampai dengan saat ini setidaknya ada tujuh lembaga yang mengurusi penanganan pengamanan laut. Seluruh instansi tersebut berjalan sesuai dengan tupoksinya, namun diakui masih ditemui adanya kewenangan yang tumpang tindih.

"Sepertinya (ada) tumpang tindih dalam mengurus kelautan. Kalau dilihat dari masing-masing itu bagus. Bakamla bagus, Polair bagus, AL bagus, KKP bagus, imigrasi bagus," ucap Mahfud.

Menyingkapi kondisi itu, dijelaskan Mahfud, pihaknya diminta untuk menyiapkan aturan satu pintu terkait penanganan masalah laut tanpa mengurangi wewenang masing masing instansi yang sudah ada.

"Tapi pintu penjurunya harus sudah ada. Nanti kita diskusikan. Pada waktu itu Presiden menyebut Bakamla. Tapi nanti kita diskusikan solusi itu betul atau tidak, yang penting bagi Presiden itu satu pintu," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan