Menhan Prabowo Kedepankan Penguatan dan Modernisasi Alutsista

Menhan Prabowo Kedepankan Penguatan dan Modernisasi Alutsista
Presiden Jokowi bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada rapat pimpinan Kemenhan, TNI dan Polri di Lapangan Bhinneka Tunggal Ika Kemhan Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020. ( Foto: Antara )
Yeremia Sukoyo / FMB Kamis, 23 Januari 2020 | 15:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto akan terus mengedepankan penguatan dan modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) nasional. Namun demikian, mengingat adanya keterbatasan anggaran, pengadaan Alutsista nasional juga akan mengedepankan sejumlah prinsip.

"Pak Prabowo ingin memastikan politik anggaran kita itu punya prinsip. Pertama, tentu adalah tepat guna, efisien, ekonomis," kata Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar-Lembaga Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam rangkaian kegiatan Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan (Kemhan) 2020 di Kantor Kemhan, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Selain memperhatikan prinsip tepat guna, efisien dan ekonomis, saat ini pengadaan Alutsista juga akan memperhatikan aspek geopolitik dan geostrategis. Mengingat, perbedaan geopolitik dan geostrategis juga menyebabkan tingkat ancaman yang berbeda di tiap negara.

Atas dasar dan berbagai pertimbangan itulah, menurut Dahnil, Menhan melakukan cukup banyak kunjungan ke luar negeri. "Itulah kenapa kemudian Pak Prabowo banyak berkunjung melakukan muhibah ke luar negeri. Itu dalam rangka diplomasi pertahanan," ungkapnya.

Selain pertimbangan banyak faktor dan upaya diplomasi pertahanan, langkah Menhan juga sekaligus untuk menjaga hubungan baik dengan negara lain. Jadi, juga tidak melulu membahas pertahanan dan kekuatan Alutsista

Oleh karena itu, jika ada yang mengkritik Menhan Prabowo sering jalan-jalan ke luar negeri, sama saja yang bersangkutan menunjukkan tidak punya pemahaman baik tentang tugas-tugas pertahanan.

"Ada diplomasi pertahanan yang sangat penting harus dilakukan. Jadi, kalau ada kritik seolah-olah menyebut Pak Prabowo jalan jalan ke luar negeri ini membuktikan bahwa ada masalah dengan literasi pertahanan para politisi kita," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan