Cita-cita Gus Sholah, Pancasila sebagai Dasar Negara Dilembagakan Sudah Terwujud

Cita-cita  Gus Sholah, Pancasila sebagai Dasar Negara Dilembagakan Sudah Terwujud
Gus Sholah (dua dari kiri) saat memberikan sambutan pada pembukaan acara deklarasi Gerakan Kebajikan Pancasila di kediamannya di Jalan Bangka Raya, Jakarta Selatan 7 Desember 2015. ( Foto: istimewa )
Surya Lesmana / LES Senin, 3 Februari 2020 | 20:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Salah seorang penggagas Gerakan Kebajikan Pancasila Iman Partogi mengaku berduka, dan turut bela sungkawa atas wafatnya pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, yang juga merupakan seorang tokoh bangsa, KH Salahuddin Wahid, pada Minggu (2/2/2020) malam kemarin.

Menurut Partogi, Salahuddin Wahid atau kerap disapa Gus Sholah merupakan salah satu pendiri Gerakan Kebajikan Pancasila pada 7 Desember 2015 lalu bersama Buya Syafii Ma'arif, Saifullah Maksum dan Sabar Mangadoe. Dia menambahkan, saat itu pihaknya berlima mempunyai cita-cita agar Pancasila sebagai dasar negara harus dilembagakan.

Kata Togi, pelembagaan itu kini sudah terwujud dengan nama Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) dan berubah menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau disingkat BPIP.

"Suatu hari di tahun 2015 bersama Gus Sholah dan Buya Maarif menyuarakan Pancasila. Selamat jalan Gus, cita-citamu agar Pancasila harus dilembagakan sudah terwujud. Terima kasih untuk semuanya," kata Partogi, Senin (3/2/2020).

Dia mengajak semua komponen bangsa mendoakan kepergian Gus Sholah di usia 77 tahun tersebut.

"Tentunya kami merasa sangat kehilangan salah satu tokoh nasional, guru bangsa yang humanis dan pluralis. Semoga kesalahan Gus Sholah diampuni Allah SWT dan diterima amal kebaikannya," ucap Partogi.

Gus Sholah merupakan putra pahlawan nasional KH Wahid Hasyim sekaligus adik kandung dari mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid berpulang dalam usia 77 tahun di Rumah Sakit Harapan Kita pukul 20.55 WIB.



Sumber: Suara Pembaruan