Pemulangan WNI Eks ISIS, PPP Minta Virus Radikalisme Jangan Menyebar

Pemulangan WNI Eks ISIS, PPP Minta Virus Radikalisme Jangan Menyebar
Ilustrasi teroris ( Foto: Istimewa )
Markus Junianto Sihaloho / FMB Rabu, 5 Februari 2020 | 15:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota DPR dari Fraksi PPP, Syaifullah Tamliha, menyatakan pemerintah harus bisa memastikan para WNI mantan ISIS yang berada di Suriah tidak akan menularkan 'virusnya' ke penduduk Indonesia.

Menurut Tamliha, sekitar 600 orang yang kini terlantar di Suriah itu sudah memiliki ideologi baru yakni ideologi ISIS, bukan lagi Pancasila. Dengan ideologi ISIS, mereka ingin mendirikan negara Islam.

Oleh karenanya, bila hendak dikembalikan ke Indonesia, perlu dilakukan reideologi oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (disingkat BNPT) dan Badan Intelijen Negara (BIN). Kalau perlu, 600 orang itu wajib mengikuti program bela negara sehingga pemikiran ISIS-nya bisa dicuci.

"Tidak menularkan ke masyarakat Indonesia yang lain. Bagaimanapun kita harus melindungi masyarakat dari pengaruh-pengaruh yang berpaham sangat radikal," kata Tamliha, Rabu (5/2/2020).

Intinya, menurut Tamliha, dia menginginkan ada standard yang jelas dari pemerintah sebelum 600 lebih mantan ISIS itu diizinkan kembali ke Indonesia.

"Kita berharap pemerintah terlebih dahulu melakukan rapat terbatas, presiden dengan para menterinya, untuk membahas tentang mekanisme kepulangan mereka, dan bagaimana cara melakukan reideologi itu, termasuk bela negara," kata Tamliha.

Lebih jauh, Tamliha mengaku bahwa sebenarnya sudah ada 1.600 WNI mantan ISIS yang sudah pulang ke Indonesia, dan semuanya terlacak oleh BNPT, BIN, maupun TNI. Namun karena dulu Indonesia belum memiliki UU yang tetap tentang penindakan terorisme, aparat tak bisa berbuat apa-apa.

"Sekarang kan dengan UU terorisme hasil revisi terbaru, itu mereka yang pulang dari Indonesia terdeteksi mereka itu teroris," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com