Pemerintah Antisipasi WNI Eks ISIS yang Menyelundup ke Indonesia

Pemerintah Antisipasi WNI Eks ISIS yang Menyelundup ke Indonesia
Mahfud MD. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / FMB Rabu, 12 Februari 2020 | 14:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan pemerintah sudah menyiapkan strategi sebagai antisipasi adanya warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS yang menyelundup secara ilegal ke Indonesia.

“Itu, kita sudah antisipasi. Tetapi kan enggak harus dibilang ke Anda semua,” kata Mahfud MD seusai rapat terbatas (Ratas) di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Sebab, lanjut Mahfud MD, ada kemungkinan para teroris lintas batas (foreign terorist fighters/FTF) yang masuk ke Indonesia melui negara-negera yang bebas visa. Atau bisa saja, mereka masuk jalur tikus atau jalur ilegal menuju Indonesia.

“Yang problem itu, kalau mereka ada yang menyembunyikan paspor, bilang paspornya dibakar, padahal cuma pura-pura dibakar. Lalu masuk jalur-jalur gelap melalui negara yang bebas visa untuk masuk ke Indonesia. Kan bisa terjadi,” terang Mahfud MD.

Ia menegaskan, bagi FTF yang masuk ke Indonesia melalui jalur tikus, jalur ilegal atau negara-negara bebas visa, maka pihaknya akan memberikan tindakan tegas, yaitu menangkap mereka. “Kalau lewat jalur tikur ya ditangkap dong,” tegas Mahfud MD.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan tidak memulangkan 689 warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS. Keputusan itu diambil setelah menggelar rapat internal dengan beberapa menteri terkait di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020).

Alasan keputusan ini diambil pemerintah Indonesia. Pertama, pemerintah dan negara harus hadi memberikan rasa aman dari ancaman terorisme dan virus-virus baru teroris terhadap 267 juta rakyat Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com