BNPT Akui Kesulitan Akses Pendataan WNI Eks ISIS

BNPT Akui Kesulitan Akses Pendataan WNI Eks ISIS
Kepala BNPT Suhardi Alius
Robertus Wardi / FER Selasa, 10 Maret 2020 | 17:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengaku belum mendapat akses masuk ke tenda-tenda atau penampungan ISIS di Suriah dan Irak untuk mendata Warga Negara Indonesia (WNI).

Baca: Pemblokiran Paspor Eks ISIS Sedang Dilakukan

BNPT masih mengandalkan lembaga-lembaga internasional dalam melakukan verifikasi WNI yang terlibat dalam jaringan teroris internasional.

"Kita enggak punya akses loh di sana. Jadi kita mengandalkan partner seperti palang merah internasional, kemudian juga lembaga lembaga asing yang punya akses," kata Kepala BNPT, Suhardi Alius, dalam acara launching buku di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Alius menjelaskan, sampai saat ini pihaknya masih mendata jumlah dan keberadaan WNI eks ISIS. Pihaknya masih terus telusuri berapa jumlah pasti berdasarkan identitas yang dimiliki.

"Kita masih verifikasi terus karena kan data itu masih data informasi. Sehingga kita belum yakin benar dari sekian ratus yang teridentifikasi. Tapi kita belum tahu posisi di mana," sebutnya.

Baca: Pemulangan Anak-anak WNI Eks ISIS Perlu Kajian Mendalam

"Betul enggak sih warga negara kita ada di situ, sekarang kita verifikasi, sekian ratus. Seingat saya sudah teridentifikasi ada namanya tapi kita belum tahu lokasinya di mana. Katanya ada di penampungan itu tapi kita belum punya akses, kita mesti mencari akses itu," jelas Alius.

Saat ditanya kapan pemulangan terhadap anak yatim-piatu WNI mantan anggota ISIS, dia tegaskan belum bisa menentukan. Alasannya, proses verifikasi masih sulit karena belum bisa masuk langsung ke lokasi penampungan.

"Ada sekian puluh, tapi kita enggak tahu apakah yatim-piatu. Tapi ini kan hati-hati sekali, jangan sampai virus itu masuk kemari. Kita bisa mengerti betul, saya mengerti masyarakat juga punya rasa ketakutan, jadi kita harus hati hati," tuturnya.

Dia juga mengaku sudah memblokir paspor sejumlah WNI yang masuk ISIS. Namun dia tidak tahu di mana lokasi mereka. "Sekian ratus kalau enggak salah itu yang diblokir, tapi kita belum tahu di mana," tutup Alius.



Sumber: BeritaSatu.com