Wabah Corona Ancam Pertahanan Nasional

Wabah Corona Ancam Pertahanan Nasional
Paramedis menangani pasien terinfeksi virus "corona". (Foto: AFP)
Yeremia Sukoyo / MPA Senin, 23 Maret 2020 | 13:28 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Mewabahnya virus corona bisa menjadi ancaman serius bagi Indonesia dari sisi pertahanan dan keamanan. Pemerintah selaku pemegang kendali negara harus bisa mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan dan potensi merapuhnya pertahanan nasional.

"Sangat bisa (mengancam) jika kita tidak siap. Karena efek berkepanjangan bisa berdampak masif pada ketahanan ekonomi, utamanya pangan dan teknologi," kata pengamat militer dan pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie, di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Karena kondisi itu, Connie pun mengaku telah memberikan saran dan masukan mengapa saat ini sangat dibutuhkan langkah antisipasi. Termasuk dalam upaya memperkuat TNI dalam mengembangkan strategi atau kemampuan bertahan terhadap serangan senjata apapun.

"Itu kenapa saranku kita sudah harus bisa antisipasi dan memperkuat TNI kita dalam rangka menghadapi perang CBRNE (Chemical, Biological, Radiological and Nuclear Defense) ini," ujar Connie.

Dirinya mengingatkan, jika benar-benar diperlukan, Indonesia perlu menerapkan suatu protokol khusus, misalnya dengan mengisolasi wilayah dan memberlakukan darurat militer kebencanaan di seluruh wilayah yang penularan virusnya sulit ditekan. Semua dilakukan untuk mengantisipasi semakin meluasnya penyebaran virus.

"Jika betul-betul diperlukan menurut saya harus diberlakukan darurat militer jika eskalasinya sudah sangat berbahaya dan tanggung jawab terbesar ada pada Kodam dan pasukan teritorial kita," ungkapnya.

Dirinya pun mengaku sudah menyampaikan pandangannya terkait situasi terkini kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Andika Perkasa. Dalam pertemuan tersebut dirinya telah menyampaikan sejumlah masukan yang dinilainya mampu memperkuat pertahanan nasional.

"Beliau (Kasad Jenderal Andika Perkasa) sangat aware pada pandangan saya dan harus didukung untuk TNI AD mampu mewujudkannya," ucap Connie.

Dari sejumlah masukan yang sudah disampaikan, dijelaskan Connie, ada beberapa point strategi yang perlu untuk dilakukan TNI. Diantaranya training Nubika (Nuklir, Biologi dan Kimia) pada seluruh Kodam, membantu logistik medikal untuk operasi pencegahan dan sosialisasi Covid-19.

Kemudian strategi lain yakni membangun RS militer darurat, ekstraksi pesakitan ke RS/ fasilitas darurat, isolasi wilayah termasuk seleksi In-Out citizen, jam malam dan pembatasan mobilisasi, operasi medik dan pengamanan, serta operasi hunting and secure (bagi yang kabur, demo atau mengacau).



Sumber: BeritaSatu.com