Patut Ditiru, Begini Cara Kemdagri Cegah Covid-19

Patut Ditiru, Begini Cara Kemdagri Cegah Covid-19
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memimpin rapat dengan menerapkan kebijakan "social distancing" untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19), Senin, 23 Maret 2020. (Foto: Istimewa)
Asni Ovier / AO Senin, 23 Maret 2020 | 22:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Beberapa cara jitu dalam mencegah penyebaran virus corona jenis baru (Covid-19) adalah melalui sterilisasi badan dengan semprotan disinfektan, khususnya di sekitar baju dan sepatu, mengenakan masker penutup mulut, dan menjaga jarak agar kontak fisik antartubuh manusia atau dengan medium yang berpotensi dihinggapi virus corona tidak terjadi.

Anjuran sederhana namun penting ini merupakan protokol dasar pencegahan penularan Covid-19, yang diperintahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Protokol ini juga telah diadopsi sebagai panduan oleh Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Indonesia. Protokol ini membutuhkan sikap displin dan konsitensi untuk dilaksanakan dan perlu dituangkan di dalam tata aturan berperilaku, baik di tingkat individual maupun organisasi.

Sejak Senin (23/3/2020), Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) yang dipimpin oleh Tito Karnavian mulai menerapkan protokol tersebut di lingkungan organisasi. Sesuai aturan internal Kemdagri, tidak semua pegawai menjalani kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH).

Dua eselon tertinggi di kementerian yang membina seluruh pemerintah daerah tersebut tetap masuk kantor seperti biasa. Ini untuk menjamin kelangsungan roda organisasi dan menjaga agar pelayanan publik tetap berlangsung. Apalagi, di saat kritis seperti sekarang ini akibat Covid-19, berbagai rapat pimpinan, rapat kordinasi dengan pemerintah daerah lewat telekonferensi dilakukan dan dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian setiap hari.

Berbeda dari hari-hari sebelumnya, dimulai hari ini, sebelum memasuki ruang rapat, setiap pejabat harus disterilisasi di pintu masuk ruang rapat dengan semprotan disinfektan. Selain itu, masker dan sarung tangan plastik juga diwajibkan dikenakan sebelum memasuki ruang rapat.

Protokol ini dilakukan secara ketat tanpa terkecuali. Medium penular, seperti gelas, kertas, dan sebagainya, juga secara drastis dikurangi dari ruang rapat. Tak hanya itu, jarak perimeter kursi antara peserta rapat juga ditata hingga masing-masing berjarak minimal 1,5 meter. Untuk mengurangi kemungkinan droplet, mikropon dan meja rapat untuk peserta ditiadakan.

“Gerakan displin dan contoh pencegahan harus dimulai dari kantor ini,” ujar Mendagri Tito saat memulai rapat pimpinan eselon 1 pagi ini, seperti tertuang dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Mendagri mengatakan, dirinya sudah berkeliling ke empat provinsi, melakukan video conference dengan para pejabat daerah dan selalu menganjurkan aspek pencegahan guna memutus mata rantai penularan Covid-19. "Namun, dengan cara-cara sederhana namun penuh tanggung jawab dan disiplin seperti suasana rapat kita hari ini," kata Tito.

Contoh perilaku pencegahan Covid 19 seperti ini, ujar Mendagri, harus dilakukan dari diri sendiri. Mendagri kemudian mengumumkan bahwa hasil tes Covid-19 yang diwajibkan oleh Presiden Jokowi bagi semua pembantunya, menteri, dan ketua lembaga negara di RSPAD pada Minggu (15/3/2020) telah keluar.

Hasilnya, Mendagri Tito dan istri Tri Duswati Karnavian dinyatakan negatif atau tidak terinfeksi Covid-19. Mendengar hasil tes tersebut, peserta rapat bertepuk tangan mengucapkan selamat.



Sumber: BeritaSatu.com