Pemerintah Berencana Rapid Test Bisa Datang ke Rumah

Pemerintah Berencana Rapid Test Bisa Datang ke Rumah
Mahfud MD (Foto: BeritaSatu Photo / Uthan AR)
Robertus Wardi / FER Selasa, 24 Maret 2020 | 21:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menko Polhukam, Mahfud MD, menyatakan, pemerintah sedang memikirkan kegiatan tes cepat virus corona yang bersifat massal (mass rapid test) bisa datang ke rumah-rumah. Hal itu untuk menghindari kerumunan masyarakat saat menjalani tes.

Baca: Lockdown Belum Tentu Selesaikan Masalah

"Disiapakan agar pemeriksaan rapid test tidak berkerumun. Nanti akan diatur bahkan sudah ada pemikiran meskipun belum diputuskan, nanti petugas-petugas relawan yang dilatih oleh Kementerian Kesehatan (Kemkes) atau dilatih oleh pemerintah. Mungkin mendatangi rumah-rumah masyarakat," kata Mahfud di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Mahfud menjelaskan, relawan tersebut misalnya berasal dari anak-anak mahasiswa kedokteran yang sudah memasuki tingkat akhir atau co-assistant (koas). Bisa juga dilakukan tenaga medis sendiri yang sudah berpengalaman. "Itu untuk menghindari kerumunan-kerumunan yang membahayakan," tegas Mahfud.

Menyoal masih banyak masyarakat yang tidak mengindahkan imbauan menjaga jarak sosial atau social distancing dan masih jalan-jalan serta berkeluyuran, Mahfud tegaskan penegakan hukum secara selektif sudah diputuskan dan aturannya secara prosedural akan dikomando oleh BNPB. Keputusan itu sudah sudah disampaikan ke Polri dan TNI agar melakukan tindakan tegas.

Baca: Andi Arief Minta Masyarakat Berhenti Memaki Dokter Terawan

"Saya lihat di beberapa daerah itu sudah dilakukan oleh Polri dan TNI. Polri dan TNI sendiri sudah membuat standar operasional prosedur (SOP) yang nampaknya sudah dijalankan di sejumlah daerah," tegas Mahfud.

Sementara, terkait kekurangan alat kesehatan (Alkes) dan alat pelindung diri (APD), Mahfud menegaskan sudah ada keputusan agar mempermudah barang masuk dari luar negeri, sehingga bisa digunakan untuk menghadapi pandemi virus corona.

"Kemarin sudah diputuskan bahwa itu harus dipermudah. Kita sudah menempatkan pegawai-pegawai Bea Cukai di berbagai pelabuhan, bandara udara dan perlintasan darat dan laut agar tidak mempersulit masuknya barang-barang dari luar. Kementerian Kesehatan juga diminta untuk membuat mekanisme yang lebih instan, yang lebih cepat. Kan kemarin ada keluhan juga memasukkan barang itu kan harus dinilai Kementerian Kesehatan," tutup Mahfud.



Sumber: BeritaSatu.com