Dilantik Jadi Rektor Unhan, Laksda Octavian Diminta Buka Fakultas Kedokteran Militer

Dilantik Jadi Rektor Unhan, Laksda Octavian Diminta Buka Fakultas Kedokteran Militer
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) memimpin serah terima jabatan rektor Universitas Pertahanan (Unhan) dari Letnan Jenderal Tri Legionosuko kepada Laksda Amarulla Octavian di Jakarta, Rabu, 15 April 2020. (Foto: Istimewa / Seskoal)
Asni Ovier / AO Rabu, 15 April 2020 | 18:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melantik Laksamana Muda (Laksda) Amarulla Octavian sebagai rektor Universitas Pertahanan (Unhan). Menhan memberikan tugas khusus kepada Laksda Octavian untuk mendirikan Fakultas Kedokteran Militer di Unhan.

Pelantikan berlangsung dengan menggunakan protokol kesehatan terkait wabah Covid-19 di gedung Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahananan (Kemhan), Jakarta, Rabu (15/4). Laksda Octavian dilantik menjadi rektor Unhan menggantikan Letnan Jenderal Tri Legionosuko.

Upacara pelantikan dihadiri pejabat tinggi Kemhan, yakni Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono, Sekjen Kemhan Laksdya Agus Setiadji, Irjen Kemhan Letjen Ida Bagus Purwalaksana, dan Wakil Rektor III bidang Kerja Sama dan Kelembagaan Unhan, Mayjen Hipdizah.

Dalam amanatnya, Menhan Prabowo Subianto mengatakan bahwa prosesi pelantikan dan serah terima jabatan ini mengandung makna penting dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi Kemhan. Pergantian rektor Unhan merupakan bagian dari dinamika organisasi di lingkungan Kemhan. Selain itu, pergantian itu juga ditujukan untuk menjamin kesinambungan proses penyelenggaraan tugas dan fungsi pertahanan negara.

Di tengah massifnya upaya pemerintah RI menanggulangi Covid-19, maka Menha Prabowo memberi tugas khusus kepada rektor Unhan yang baru untuk segera menyiapkan pembentukan Fakultas Kedokteran Militer. Beberapa program studi direncanakan untuk menghasilkan para perwira Korps Kesehatan TNI yang cakap dalam melaksanakan operasi militer selain perang (OMSP) dan menghadapi wabah penyakit, seperti Covid-19 saat ini.

Unhan juga harus memiliki Fakultas Farmasi Militer yang juga bisa bersama-sama dengan para dokter Indonesia meneliti dan menyiapkan obat-obatan yang dibutuhkan rakyat Indonesia. Beberapa Fakultas dan Program Studi seiring pesatnya teknologi informasi di era Revolusi Industri 4.0 juga menjadi penekanan Menhan.

Bagi Laksda Octavian, Universitas Pertahanan (Unhan) bukan tempat yang baru. Sebelum menjabat sebagai Danseskoal, dia pernah mengisi jabatan di Unhan sebagai Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP).

Banyak kegiatan berskala internasional yang digelar FMP Unhan selama Laksda Octavian menjadi dekan, salah satunya adalah Indonesia International Defense Science Seminar (IIDSS). Pembicara-pembicara berskala internasional hadir dalam seminar global tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com