Kasal dan Kasau Masuki Pensiun, Begini Harapan Komisi I DPR

Kasal dan Kasau Masuki Pensiun, Begini Harapan Komisi I DPR
Prajurit TNI Angkatan Laut dengan alutistanya dalam Gladi Bersih HUT Ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta TImur, Kamis 3 Oktober 2019. (Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)
Carlos KY Paath / FER Kamis, 7 Mei 2020 | 18:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Siwi Sukma Adji dan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Yuyu Sutisna akan segera memasuki masa pensiun.

Baca: Validasi Jabatan TNI Belum Maksimal

Laksamana Siwi Sukma Adji akan memasuki masa pensiun pada Mei 2020, sedangkan Marsekal Yuyu Sutisna memasuki masa pensiun pada Juni 2020.

Komisi I DPR menaruh sejumlah harapan terhadap Kasal dan Kasau yang akan ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Berikut pandangan Anggota Komisi I, Mayjen TNI (Purn) Tubagus Hasanuddin, Abdul Kadir Karding, dan Bobby Adhityo Rizaldi kepada Beritasatu.com, Kamis (7/5/2020).

"Kalau untuk kepala staf kan diusulkan oleh Panglima TNI kepada presiden. Lalu presiden menyetujui usulan. Jadi harus dengan persetujuan Presiden. Kalau normalnya, kepala staf itu diangkat dari bintang tiga," kata Hasanuddin.

Baca: Pergantian Kasal dan Kasau Perlu Perhatikan Tantangan Global

Menurut Hasanuddin, seorang perwira berbintang 3, tentu memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lengkap, terutama di bidang operasi, pendidikan, dan lainnya.

"Saya yakin seorang perwira bintang tiga itu sudah pernah melalui jabatan-jabatan staregis di bidang operasional, staf maupun pendidikan," ujar mantan ajudan Presiden Ketiga BJ Habibie tersebut.

Sementara itu, Karding mengharapkan Kasal dan Kastaf yang baru mempunyai kemampuan kepemimpinan. "Kita berharap bahwa yang akan melanjutkan nanti kepemimpinan sebagai Kasal dan Kasau, orang-orang yang memiliki kemampuan kepemimpinan. Tentu yang terpenting lagi integritas," ujar Karding.

Baca: Validasi Organisasi TNI Perlu Jadi Perhatian

Karding pun menyebut, "Kecakapan dalam hal perkembangan geostrategis sekarang ini juga penting. Jadi kita harus cari pemimpin yang adaptif sekaligus mampu mengatasi dinamika-dinamika yang luar biasa. Lalu tentu yang memahami lapangan. Itu penting. Soal siapa? Tergantung pada yang punya kewenangan. Monggo lah. Kita tidak akan masuk ke sana."

Laksamana Siwi Sukma Adji dan Marsekal Yuyu Sutisna dinilai Bobby sudah bekerja dengan baik. "Ya mereka sudah bekerja dengan baik. Semoga nanti penggantinya bisa mewujudkan visi Bapak Presiden, Indonesia sebagai poros maritim dunia. Sistem pertahanan harus terintegrasi dengan baik, siap menghadapi ancaman militer, dan non militer, termasuk perang hybrida," kata Bobby.



Sumber: BeritaSatu.com