Potensi Ancaman Aksi Teror Pasca-Idulfitri Masih Cukup Besar
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Potensi Ancaman Aksi Teror Pasca-Idulfitri Masih Cukup Besar

Selasa, 26 Mei 2020 | 14:08 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Panglima Negara Islam Indonesia (NII) Ken Setiawan mengingatkan adanya potensi ancaman terorisme dan radikalisme dari kelompok milenial yang merasa tidak puas dengan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi-Ma'ruf Amin). Saat ini ada sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) berusia muda, sudah terpapar pemikiran radikal.

"Anak anak muda yang sudah terpapar radikal sudah mulai berani beraksi, seperti yang terjadi di Batam yang (berusia) 16 tahun," kata Ken Setiawan, di Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Seperti diketahui, menjelang Idulfitri, pasukan Densus 88 Mabes Polri menangkap terduga teroris seorang laki-laki berusia 16 tahun di kompleks Merapi Subur, Batam, Kepulauan Riau. Penangkapan dilakukan bersamaan waktunya dengan jaringan terduga teroris di Tasikmalaya, Jawa Barat dan Kendal, Jawa Tengah.

Ken mengingatkan, kelompok masyarakat tidak puas dengan kondisi sekarang. Mereka terus menerima isu-isu yang menyudutkan pemerintahan. "Potensi masih besar, banyak eks NII yang bergabung ke Jamaah Ansharut Daulah (JAD) karena pada dasarnya punya musuh yang sama, yaitu pemerintah. Apalagi provokasi lewat isu PKI sudah sampai pelosok akan memunculkan simpatisan teror yang meresahkan masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, kalangan milenial pengguna media sosial (medsos) masih banyak yang terpapar lantaran telah menelan mentah-mentah info yang didapat, khususnya kalangan perantau belum tersentuh program deradikalisasi. "Perantau dianggap sangat potensial karena jauh dari keluarga dan tidak ada yang pantau, sehingga bila sudah terpapar dan terekrut akan bisa totalitas dalam berjuang," ungkap Ken.

Dia berharap agar pemerintah beserta elemen masyarakat terus meningkatkan program sosialisasi anti-radikalisme. Kegiatan ini merupakan salah satu cara menyadarkan masyarakat yang belum sampai pada perilaku radikal. "Deradikalisasi sudah berjalan, tapi belum maksimal. Deradikalisasi sebenarnya diperuntukkan bagi orang radikal agar jangan radikal lagi. Kalau untuk masyarakat, mungkin tepatnya sosialisasi anti-radikalisme," kata Ken.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Lebaran, BBTKLPP DIY Tetap Laksanakan Pemeriksaan

Dalam sehari, katanya, dilakukan rotasi dua shift yakni pagi hingga siang, siang hingga sore hari.

NASIONAL | 25 Mei 2020

Telkom dan Jababeka Group Dorong Kompetensi Kerja Millenial

Langkah ini diharapkan menjadi solusi di tengah masih tingginya tingkat pengangguran, terlebih di tengah pandemi virus corona.

NASIONAL | 26 Mei 2020

Publik Tak Puas dengan Kinerja Pemerintah Pusat Tangani Covid-19

Publik tak puas dengan kinerja pemerintah soal penanganan Covid-19.

NASIONAL | 26 Mei 2020

Survei: Publik Lebih Puas Kinerja Pemda Tangani Covid-19

Alasan responden puas terhadap penanganan virus corona oleh pemerintah provinsi adalah gubernur lebih tanggap dibanding pemerintah pusat.

NASIONAL | 26 Mei 2020

Panglima TNI: Pendisiplinan Protokol Kesehatan Akan Dilakukan Bertahap

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan mengatakan pelaksanaan pendisplinan protokol kesehatan akan dilakukan secara bertahap di 4 provinsi.

NASIONAL | 26 Mei 2020

Kampus Harus Berperan Aktif dalam Transformasi “New Normal Life”

Butuh waktu untuk mengadopsi tatanan kehidupan normal baru ini. Untuk itu, edukasi terus menerus sangat dibutuhkan.

NASIONAL | 26 Mei 2020

Studysaster Perkuat Peran Guru dalam Edukasi Pencegahan Covid-19

Melalui studysaster, guru tidak hanya mengedukasi bahaya Covid-19 kepada siswa, tetapi juga secara tidak langsung ke masyarakat luas.

NASIONAL | 26 Mei 2020

IPW Sesalkan IPDN Jatinangor Gelar Halalbihalal di Tengah Upaya Memutus Covid-19

Sangat aneh di tengah kerja keras pemerintah memutus mata rantai pandemi Covid 19, kampus IPDN justru membuat acara halalbihalal di kampusnya.

NASIONAL | 26 Mei 2020

Covid-19 Berpotensi Meningkat di Bengkulu Pasca-Lebaran

Kepala Dinkes Bengkulu, Herwan Antoni tidak membantah hak tersebut.

NASIONAL | 26 Mei 2020

Ganjar Instruksikan Rapid Test Massal di 35 Kabupaten dan Kota

Untuk mendukung rapid test massal itu, Pemprov Jateng telah mendistribusikan 38.111 alat rapid test ke seluruh kabupaten/kota.

NASIONAL | 26 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS