Ketua MPR Bantah RUU HIP Buka Peluang Bangkitnya Komunisme
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ketua MPR Bantah RUU HIP Buka Peluang Bangkitnya Komunisme

Jumat, 29 Mei 2020 | 17:12 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo memastikan tak ada ruang bagi ajaran komunis maupun Partai Komunis Indonesia (PKI) kembali hidup di Indonesia, termasuk dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Bamsoet, sapaan akrabnya mengatakan, dari segi regulasi hukum ketatanegaraan, Indonesia masih memiliki Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI. Di dalamnya tegas dinyatakan PKI sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah Indonesia, termasuk larangan setiap kegiatan untuk mengembangkan komunisme/marxisme.

Meski saat ini DPR sedang membahas RUU HIP, namun tidak memberi celah PKI. Sebaliknya, pembahasan RUU itu akan semakin memperkuat Pancasila sebagai ideologi bangsa. Walaupun didalamnya belum mencantumkan TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966, bukan berarti menafikan keberadaan TAP tersebut. "Baik TAP MPRS maupun RUU HIP, merupakan satu kesatuan hukum yang tak terpisahkan, sebagai pegangan bangsa Indonesia dalam menumbuhkembangkan ideologi Pancasila," ujar Bamsoet di Jakarta, Jumat (29/5/20).

Dikatakan Bamsoet, TAP MPRS Nomor XXV Tahun 1966 masih berlaku dan memiliki kekuatan hukum mengikat. Masih ada regulasi lain yang mengatur soal itu, yakni Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1999 tentang Perubahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Yang Berkaitan Dengan kejahatan Terhadap Keamanan Negara. Undang-undang ini memuat larangan menyebarkan atau mengembangkan ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme, dengan ancaman pidana penjara dua belas tahun sampai dengan 20 tahun penjara.

Lebih jauh, Politikus Golkar itu menyatakan pihaknya memahami jika ada pihak yang khawatir dengan bangkitnya komunisme. Namun, sebaiknya ketakutan demikian tidak perlu dikembangkan.

"Karena TNI/Polri, ormas keagamaan seperti NU, Muhamadiyah dan lain-lain, ormas kepemudaan seperti Pemuda Pancasila, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawiran dan Putra Putri TNI/Polri (FKPPI), Kelompok Cipayung dan lain-lain pasti akan bersatu menghadang bangkitnya partai maupun paham komunisme,” tandas Bamsoet.

Menurut dia, isu ini rawan dimanfaatkan pihak-pihak tertentu yang tak senang melihat bangsa Indonesia hidup tenang. "Aparat keamanan, umat Islam dan umat beragama lainnya, termasuk ormas-ormas yang menentang PKI selama ini seperti NU, Muhamadiyah, Pemuda Pancasila, FKPPI dan lainnya pasti akan bersatu jika komunisme kembali bangkit. Kita perlu waspada, namun tidak perlu panik," pungkas Bamsoet.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Cegah Penularan OTG, 3 Kabupaten di Sulteng akan Gelar Rapid Test Massal

Tiga daerah dimaksud yakni Kabupaten Buol, Kabupaten Poso, dan Kota Palu.

NASIONAL | 29 Mei 2020

KPK Ingatkan Pentingnya Data Penerima Bansos

KPK) mengingatkan kementerian dan pemerintah daerah mengenai pentingnya akurasi data untuk mencegah terjadinya penyimpangan bansos Covid-19.

NASIONAL | 29 Mei 2020

Lewat Kompetisi dan Webinar, Quipper Tingkatkan Interaksi Aktif Guru dan Murid

Kompetisi digelar sejak tanggal 6 - 18 Mei 2020 sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan guru dan murid dalam menggunakan Learning Management System.

NASIONAL | 29 Mei 2020

Kerja dari Rumah Bagi ASN Diperpanjang Hingga 4 Juni 2020

Work from home bagi ASN diperpanjang hingga 4 Juni 2020 mendatang.

NASIONAL | 29 Mei 2020

Guru Penggerak Dongkrak Keterlibatan Siswa di Kelas

Guru penggerak dapat mendongkrak keaktifan siswa dalam berdiskusi di kelas.

NASIONAL | 29 Mei 2020

Kempupera Pastikan PSN 5 Destinasi Wisata Prioritas Senilai Rp 6,4 T Tetap Jalan

Menpupera Basuki Hadimuljono memastikan lima destinasi wisata prioritas tetap berjalan karena masuk proyek strategis nasional (PSN) baru.

NASIONAL | 29 Mei 2020

Azis Syamsuddin Ungkap Kiprah DPR Saat Pandemi Covid-19

Kunjungan kerja wakil rakyat saat reses diganti dengan penyaluran sembilan bahan pokok kepada masyarakat.

NASIONAL | 29 Mei 2020

Pemkot Dumai Putuskan Tidak Perpanjang PSBB

PSBB di Kota Dumai diputuskan untuk tidak diperpanjang.

NASIONAL | 29 Mei 2020

Pendisiplinan Protokol Kesehatan Normal Baru, Ini Cara Bertindak TNI-Polri

Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya, telah menggelar rapat koordinasi terkait rencana penerapan "new normal" atau kenormalan baru di masa pandemi Covid-19.

NASIONAL | 29 Mei 2020

Citilink Setop Sementara Penerbangan Penumpang

Citilink Indonesia menghentikan sementara layanan penerbangan penumpang hingga 31 Mei 2020 karena tengah menyiapkan prosedur layanan kenormalan baru.

NASIONAL | 29 Mei 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS