Presiden: Pancasila Tumbuhkan Daya Juang Hadapi Tantangan Pandemi

Presiden: Pancasila Tumbuhkan Daya Juang Hadapi Tantangan Pandemi
Joko Widodo. (Foto: Antara)
Novy Lumanauw / WBP Senin, 1 Juni 2020 | 09:09 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersyukur, Pancasila tetap menjadi bintang penjuru bagi seluruh elemen bangsa dalam menghadapi berbagai ujian yang kini membelenggu Indonesia. Pancasila juga telah menggerakkan persatuan sebagai bangsa dalam mengatasi semua tantangan, menggerakkan rasa kepedulian untuk saling berbagi, memperkokoh persaudaraan, dan kegotong-royongan untuk meringankan beban seluruh anak negeri serta menumbuhkan daya juang dalam mengatasi setiap kesulitan dan tantangan yang dihadapi.

“Nilai-nilai luhur Pancasila harus kita hadirkan secara nyata dalam kehidupan kita. Pancasila harus terus menjadi nilai yang hidup dan bekerja dalam kehidupan kita. Nilai yang bekerja dalam kebijakan dan keputusan pemerintah, nilai yang hidup terus bergelora dalam semangat rakyat Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat memberikan amanat secara daring pada peringatan Hari Lahir Pancasila dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (1/6/2020).

Baca juga: Jokowi Jadi Inspektur Upacara Hari Kelahiran Pancasila Secara Virtual

Pada upacara secara virtual itu, Ketua MPR Bambang Soesatyo membacakan teks Pancasila, Ketua DPR Puan Maharani membacakan Undang Undang Dasar 1945, dan Menko PMK Muhadjir Effendy membacakan doa. Turut pula, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi, dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju.

Presiden Jokowi mengatakan, peringatan hari Pancasila tahun ini, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Saat ini, upacara peringatan laksanakan di tengah pandemi Covid-19, yang menguji daya juang sebagai bangsa. “Menguji pengorbanan kita, menguji kedispilinan kita, menguji kepatuhan kita, menguji ketenangan dalam mengambil langkah kebijakan yang cepat dan tepat,” katanya.

Baca juga: Ini Refleksi Megawati dan PDIP di Hari Lahir Pancasila

Presiden mengaku, tidak henti-hentinya mengajak seluruh penyelenggara negara dari pusat sampai ke daerah untuk terus meneguhkan keberpihakan kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, untuk melayani warga tanpa membeda-bedakan kelompok, ras, dan agama serta memenuhi kewajiban pemimpin melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. “Saya juga mengajak seluruh elemen bangsa di mana pun berada, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, untuk terus memperkokoh tali persatuan dan persaudaraan, saling membantu, saling menolong dan saling bergotong royong serta selalu optimistis bahwa bangsa kita adalah bangsa pemenang dalam menghadapi setiap tantangan yang menghadang,” kata Presiden Jokowi.

Ia menyatakan bahwa kekurangan tidak menghalangi Indonesia untuk terus maju. Kelemahan, lanjutnya, harus sama-sama diperbaiki, dan dijadikan momentum perubahan untuk memicu lompatan kemajuan agar Indonesia menjadi bangsa yang mandiri, berdiri di atas kaki sendiri. “Tantangan yang kita hadapi tidaklah mudah. Tahun ini atau bahkan tahun depan, situasi yang sulit masih akan kita hadapi. Situasi yang memerlukan daya juang kita sebagai bangsa, yang memerlukan kerja keras agar kita mampu melewati masa sulit itu. Kita tidak sendirian. Sebanyak 215 negara di dunia berada dalam kondisi seperti kita,” ujar dia.

Disebutkan, semua negara saat ini berada dalam kesulitan. Tapi bangsa Indonesia juga harus menyadari bahwa semua negara tengah berlomba-lomba dalam penanganan virus dan penanganan ekonomi. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia juga harus tampil sebagai pemenang, harus optimistis, dan harus mampu menciptakan peluang di tengah kesulitan.

“Kita harus menjawab semua itu dengan inovasi dan karya nyata. Kita tidak boleh berhenti berkreasi, berinovasi dan berprestasi di tengah pandemi Covid ini. Mari kita buktikan ketangguhan kita, mari kita menangkan masa depan kita, kita wujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa,” katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi secara khusus mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkokoh persatuan dan kepedulian kepada sesama anak bangsa. Sebab, tantangan yang dihadapi hanya dapat diselesaikan melalui persatuan dan kesatuan. “Mari kita peduli dan berbagi untuk sesama, mari kita tunjukkan bahwa kita bangsa yang kuat bukan hanya mampu menghadapi tantangan tapi bangsa yang memanfaatkan kesulitan menjadi lompatan kemajuan,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com