Pramono Edhie Wibowo Pernah Sebut Prabowo Keren

Pramono Edhie Wibowo Pernah Sebut Prabowo Keren
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo menyampaikan pidato saat acara Deklarasi Angkatan Muda Demokrat di Jakarta, 28 Februari 2015 (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)
Carlos KY Paath / WBP Minggu, 14 Juni 2020 | 05:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Almarhum mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo pernah menyebut Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto keren. Pramono mengungkap itu ketika berbincang dengan Beritasatu.com pada 11 Desember 2019.

"Menhan itu keren. Dia pegang teguh apa yang diperintahkan Presiden. Presiden kan pernah bilang 'jangan korupsi', aku yakin dia enggak korupsi. Kalau Prabowo aku yakin. Lah kan bos gue lama," ucap Pramono yang tiba-tiba ingin berbicara mengenai sosok Prabowo.

Baca juga: Pramono Edhie Akan Dimakamkan di TMP Kalibata

Sebelumnya, Pramono diminta tanggapan mengenai polemik mantan terpidana kasus korupsi yang akan maju sebagai calon kepala daerah. Sebagai ketua Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat (PD) kala itu menegaskan partainya tidak mengajukan mantan terpidana menjadi pemimpin daerah.

Pramono tidak ingin kasus korupsi terulang. Pramono mencontohkan salah satu bupati yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus jual beli jabatan pada akhir Juli 2019. Bupati itu ternyata juga pernah terlibat korupsi dana bantuan sarana dan prasarana pendidikan pada 2004.

Menurut Pramono, kriteria calon kepala daerah atau wakil yang nanti diusung antara lain dicintai rakyat, mempunyai komitmen memajukan daerah, dan berintegritas. "Jadi Partai Demokrat ingin mencegah supaya tidak terulang. Kayak enggak ada orang lain yang bisa diusung. Pernah ada contoh. Korupsi lalu dmasuk penjara, bebas, dicalonkan lagi, menang, eh korupsi lagi," kata Pramono.

Baca juga: Mantan Kasad Pramono Edhie Wibowo Tutup Usia

Pramono telah menghadap Tuhan Yang Maha Kuasa. Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1980 mengembuskan napas terakhir pada usia 65 tahun, di Rumah Sakit Cimacan, Cianjur, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (13/6/2020).

"Kita kembali berduka. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, telah meninggal dunia paman kami, Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo, Kepala Staf Angkatan Darat (2011-2013), Kepala BPOKK Partai Demokrat (2015-2020) pada hari Sabtu (13/6) sekitar pukul 19.30 WIB karena sakit," ungkap Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono.

Pramono merupakan putra pendiri RPKAD, Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. Pramono juga adik mendiang Ani Yudhoyono (istri Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono). Selama berkarier di militer, Pramono pernah menjabat sebagai Panglima Kostrad dan Pangdam III Siliwangi.

Usai lulus Akmil, Pramono ditunjuk sebagai Komandan Pleton Grup I Kopassandha. Pramono banyak bertugas di Kopassus. Pramono sempat menjabat Wakil Danjen Kopassus (2005-2007), lalu menjadi Danjen Kopassus (2008-2009).

Ketika Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri menjabat pada 2001, Pramono dipercaya sebagai Ajudan Megawati. Pada tahun yang sama, Pramono menempuh Sekolah Staf dan Komando TNI, dan kemudian menjabat sebagai Perwira Tinggi Staf Ahli Bidang Ekonomi Sesko TNI 2004.

Setelah pensiun dari dunia militer, Pramono masuk ke kancah politik. Pramono mengikuti Konvensi Calon Presiden yang diadakan PD bersama 10 tokoh lainnya. Berikut perjalanan karir Pramono di dunia militer:

Komandan Pleton Grup I Kopassandha (1980-1981)
Perwira Operasi Grup I Kopassandha (1981)
Komandan Kompi 112/11 grup I Kopassandha (1984)
Dik Seskoad (1995)
Kasi Ops Grup 1 Kopassus (1994-1996)
Perwira Intel Operasi grup I Kopassus (1996)
Wakil komandan Grup 1/Kopassus (1996-1998)
Komandan Grup 1/Kopassus (1998-2001)
Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri (2001)
Dikreg Sesko TNI (2001)
Perwira Tinggi Staf Ahli Bidang Ekonomi Sesko TNI (2004-2005)
Wakil Danjen Kopassus (2005-2007)
Kasdam IV/Diponegoro (2007-2008)
Danjen Kopassus (2008-2009)
Pangdam III/Siliwangi (2009-2010)
Panglima Kostrad (2010-2011)
Kepala Staf Angkatan Darat (2011-2013)



Sumber: BeritaSatu.com