Aplikasi Hadirr Luncurkan Fitur Contact Tracing Covid-19
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Aplikasi Hadirr Luncurkan Fitur Contact Tracing Covid-19

Jumat, 18 September 2020 | 09:19 WIB
Oleh : Happy Amanda Amalia / PYA

Jakarta, Beritasatu.com – Penyebaran virus corona Covid- 19 yang semakin tidak terkendali di Indonesia serta pro kontra penerapan PSBB di Jakarta telah mendorong pengembang aplikasi Hadirr meluncurkan fitur contact tracing. Fitur ini diharapkan dapat membantu upaya pemerintah untuk melakukan penelusuran kontak (contact tracing) Covid-19, khususnya di lingkungan perkantoran.

Hadirr sendiri selama ini dikenal sebagai aplikasi pencatatan presensi karyawan (mobile attendance).

Menurut laporan, hingga pertengahan September 2020, jumlah kasus positif corona di Indonesia sudah melampaui angka 220.000. Hal ini seiring dengan penyebaran jumlah zona merah Covid-19 yang telah mencapai 70 wilayah kabupaten/kota dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Pekan lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan pernyataan bahwa PSBB total kembali diterapkan mulai 14 September 2020, akibat laju kenaikan kasus Covid-19 di ibukota yang mengkhawatirkan. Kebijakan ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Pasalnya, di satu sisi, kapasitas ruang ICU di DKI Jakarta sudah berada di bawah batas ideal 60% yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Di sisi lain, PSBB total di DKI dianggap sebagian pihak bakal semakin memberatkan pelaku usaha, dan berimbas buruk kepada perekonomian Indonesia yang sudah mengalami pertumbuhan negatif.

Di tengah dilema tersebut aplikasi Hadirr meluncurkan fitur contact tracing atau lacak kontak bagi perusahaan. Fitur yang memanfaatkan teknologi bluetooth ini diharapkan dapat membantu upaya pemerintah untuk melakukan lacak kontak di kawasan perkantoran dan menekan penyebaran Covid-19.

“Teknologi dapat melengkapi dan meningkatkan efektivitas proses contact tracing manual. Dengan adanya fitur contact tracing di aplikasi Hadirr, kami berharap dapat berkontribusi dalam pelaksanaan 3T (testing, tracing, treatment) dan menekan penyebaran Covid-19 yang semakin memprihatinkan di Indonesia,” ujar CEO Fast8 Group Afia R Fitriati dalam siaran pers, Kamis (17/9). Fast8 Group adalah pengembang aplikasi Hadirr dan aplikasi pengelolaan sumber daya manusia, Gadjian.

Afia menambahkan, fitur contact tracing di aplikasi Hadirr dapat membantu perusahaan untuk mengidentifikasi karyawan yang melakukan kontak dengan sesama karyawan yang positif Covid-19 dalam kurun waktu 14 hari serta sesegera mungkin memberi notifikasi kepada karyawan yang berpotensi tertular. Dengan demikian, perusahaan dapat segera mengambil tindakan untuk memutus mata rantai penularan virus corona sekaligus meminimalisir risiko bisnis akibat penutupan kantor secara total.

Hingga akhir Agustus 2020, tercatat ada 150 perusahaan di wilayah DKI Jakarta yang melaporkan adanya kasus positif Covid-19 di lingkungan kerja mereka. Klaster-klaster perkantoran juga bermunculan di kota-kota lain, dan mengakibatkan penutupan sejumlah kantor, seperti di Bandung, Pekanbaru, Ambon, dan bahkan telah menyebar ke kota-kota kecil seperti Cilegon, Bojonegoro, Batang, dan masih banyak lagi.

Sebagai informasi contact tracing secara agresif merupakan satu dari tiga tahap pengendalian Covid-19 yang biasa disingkat dengan 3T. Sayangnya, contact tracing di Indonesia masih jauh memenuhi standar WHO karena sebagian besar dilakukan secara manual. WHO telah merekomendasikan contact tracing dan tes terhadap minimal 30 orang yang terpapar tiap penderita Covid-19. Sementara saat ini Indonesia hanya melakukan lacak kontak dan tes terhadap 1 hingga 5 orang per penderita.

Bahkan Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri memperkirakan, dibutuhkan setidaknya 200 ribu orang untuk melakukan contact tracing Covid-19 secara manual.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ketidakpastian Pandemi Tingkatkan Penggunaan Teknologi Cloud Pada Perusahaan

Terdapat peningkatan sekitar 20% permintaan penggunaan teknologi cloud.

DIGITAL | 18 September 2020

Snack Video Berikan Kesempatan Konten Creator Berkreasi

Melalui aplikasi video pendek, Snack Video terus berupaya menjadikan platformnya panggung bintang bagi semua penggunanya.

DIGITAL | 17 September 2020

TikTok Jadi Wadah Kreativitas Masyarakat Indonesia

Rayakan tiga tahun di Indonesia, TikTok luncurkan kampanye #Sama-SamaDariTikTok.

DIGITAL | 17 September 2020

Bekerja dan Bermain Lebih Asyik dengan Galaxy Note20 Series dan Galaxy Ecosystem

Kombinasi Samsung Galaxy Note20 Series dan Galaxy Ecosystem semakin melengkapi cara Anda untuk semakin asyik ketika bekerja dan bermain di masa new normal.

DIGITAL | 17 September 2020

Diluncurkan Hari Ini, Simak Spesifikasi realme 7 dan 7i

realme 7 dan 7i dilengkapi dengan chipset gaming bertenaga dan kapasitas baterai yang besar dengan teknologi fast charging.

DIGITAL | 17 September 2020

Realme 7 dan 7i Resmi Diluncurkan Hari Ini

realme 7 & 7i resmi diluncurkan di Indonesia dengan tema 64 MP Power Master.

DIGITAL | 17 September 2020

ZTE-Omdia Rilis Makalah Transparansi dan Jaminan Keamanan di Era 5G

Menurut makalah tersebut, jaminan komprehensif dalam keamanan siber memiliki peranan vital bagi seluruh ekosistem di era 5G.

DIGITAL | 17 September 2020

Ini Rahasia Desain Unik Samsung Galaxy Buds Live

Samsung Galaxy Buds Live memiliki desain unik dengan bentuk seperti kacang yang lain dibandingkan earphone mana pun di pasaran.

DIGITAL | 16 September 2020

Ini Beda Token dan Koin dalam Cryptocurrency

Token dan koin seringkali diasumsikan sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang sangat jelas.

DIGITAL | 15 September 2020

Eduka System Hadirkan Platform Latihan Soal Online Eduka Quiz

Eduka Quiz merupakan platform latihan soal online yang dibuat khusus untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas 10, 11 dan 12.

DIGITAL | 15 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS