Pemasaran Lewat Surel dan Pesan Teks Makin Marak di 2021
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.99)   |   COMPOSITE 5612.42 (112.33)   |   DBX 1062.36 (4.11)   |   I-GRADE 161.886 (4.37)   |   IDX30 478.794 (12.21)   |   IDX80 126.714 (3.02)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.57)   |   IDXG30 131.028 (2.32)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.85)   |   IDXQ30 139.823 (3.69)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.69)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.8)   |   IDXV30 122.487 (4.61)   |   INFOBANK15 946.8 (29.41)   |   Investor33 412.464 (10.19)   |   ISSI 165.112 (2.43)   |   JII 597.802 (9.53)   |   JII70 206.187 (3.44)   |   KOMPAS100 1134.88 (27.52)   |   LQ45 883.061 (21.77)   |   MBX 1552.46 (34.83)   |   MNC36 308.511 (7.09)   |   PEFINDO25 308.232 (9)   |   SMInfra18 281.756 (5.87)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.96)   |  

Pemasaran Lewat Surel dan Pesan Teks Makin Marak di 2021

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 09:24 WIB
Oleh : Iwan Subarkah / PYA

New York, Beritasatu.com – Laporan terbaru dari Forrester Research yang dilansir CNBC pada Jumat (23/10) menunjukkan bahwa konsumen akan menerima lebih banyak surat elektronik (surel) atau e-mail, pesan teks, dan notifikasi paksa pada 2021. Karena para produsen terus berupaya mengembangkan koneksi lebih langsung dengan para konsumennya di tengah pandemi Covid-19 dan kejatuhan ekonomi yang diakibatkannya.

Laporan berjudul "Prediksi 2021: Pemasaran B2C" atau Predictions 2021: B2C Marketing memperkirakan volume pesan pemasaran produk akan naik 40% tahun depan. Karena para pemegang merek berupaya mempertahankan konsumen dan sekalian mendorong pembelian baru, atas barang-barangnya.

Laporan itu menyebutkan beberapa tren yang didorong oleh adanya pandemi Covid-19. Dan yang akan terus memengaruhi pemasaran pada tahun depan.

Sejak hari-hari pertama pandemi ini, konsumen sudah mulai menerima banjir surel dari merek-merek maupun organisasi-organisasi. Para produsen berusaha keras mempertahankan konsumen di tengah kebijakan penutupan kegiatan bisnis, protokol jaga jarak, dan program-program penyesuaian lain terkait belanja konsumen.

Tapi sekalipun dampak pandemi diperkirakan surut pada tahun depan, upaya untuk menjangkau langsung konsumen akan berlanjut. Khususnya setelah Google berencana mengakhiri dukungan terhadap cookies pihak ketiga. Juga perubahan-perubahan yang dilakukan Apple akan berdampak pada cara para pengiklan mobile melacak para penggunanya.

“Pandemi luar biasa telah mengubah rencana para pemasar B2C dan penyesuaian strategi. Pengumuman terbaru dari Apple dan Google membuat depresiasi data menjadi berada di jalur cepat. Tapi tren ini tidak akan sesaat,” kata laporan tersebut.

Pada 2021, tambahnya, para pemasar harus bersiap dengan ekosistem cookies pihak ketiga dan pengidentifikasi perangkat. Sambil pada saat yang sama mengatasi ketidakpastian ekonomi, memangkas anggaran dan juga pekerja.

Laporan ini memperkirakan para pemegang merek akan menanamkan lebih banyak uang pada pemasaran yang bertujuan mempertahankan dan loyalitas konsumen. Kepada para konsumen yang ada dan membatasi belanja karena ketidakpastian akibat Covid-19.

Upaya mendorong konsumen agar loyal kepada produk dan toko, secara langsung via aplikasi, juga memberikan cara baru kepada para pemasar. Mereka akan lebih mudah mengirimkan pesan sesuai keperluan konsumen.

Upaya-upaya baru untuk menjangkau konsumen akan membuat kotak pesan mereka berantakan. Jadi, para pemasar akan mengembangkan program-program pesan, termasuk pesan teks.

“Mereka berpikir, jika konsumen tidak datang ke toko, kami harus tetap berada di dalam benak utama konsumen. Melihat-lihat langsung barang menjadi jarang di saat seperti ini, jadi bagaimana produsen tetap membina komunikasi,” ujar Stephanie Liu, analis Forrester.

Liu menyarankan para produsen untuk mengubah cara-cara pengiriman pesan yang didikte oleh mereka. Yang mana setiap konsumen mendapatkan notifikasi paksa pada waktu tertentu. Taktik yang biasa dilakukan peritel ini dapat mengesalkan dan juga tidak pas dengan kebutuhan konsumen.

“Jadi perlu ada pesan yang lebih responsif. Berdasarkan bagaimana konsumen belanja sebelumnya di toko kita, atau berdasarkan bagaimana cara interaksi kita dengan mereka sebelumnya. Kami pikir pesan seperti ini akan menjadi relevan. Jadi harus mengembangkan logika seperti itu, bukan sekadar mengirimkan bom pesan yang sama ke daftar konsumen yang kita punya,” tutur Liu.



Sumber:CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Acer Perkenalkan Laptop Terbaru Acer Swift 3X, Spin 3, Spin 5, dan Aspire 5

Barisan laptop baru keluaran Acer tersebut yakni Swift 3X, Spin 3, Spin 5, dan Aspire 5.

DIGITAL | 23 Oktober 2020

XL Axiata Bangun Solusi IoT untuk Bantu Petani Tambak

Solusi XL Smart Aquaculture bertujuan untuk meningkatkan kualitas budidaya ikan dan udang.

DIGITAL | 23 Oktober 2020

Kolaborasi Huawei dan Devialet Lahirkan Wireless Speaker Huawei Sound

Tampilan HUAWEI Sound yang sangat ringkas,tapi dapat menghasilkan tenaga luar biasa berkat konfigurasi Push-Push dari Devialet.

DIGITAL | 23 Oktober 2020

Ini Latar Belakang Desain Samsung Galaxy Note 20 Series

Samsung Galaxy Note 20 Series hadir dengan dengan tema desain yang premium dan timeless.

DIGITAL | 23 Oktober 2020

SUNMI M2 MAX, Komputer Tablet untuk Beragam Kondisi

SUNMI M2 MAX, komputer tablet berstandar korporat yang menawarkan ketangguhan, usia pakai baterai yang lama, dan spesifikasi premium.

DIGITAL | 23 Oktober 2020

Kolaborasi Rukita dan Mitra Layanan Daring Dukung Adaptasi Kebiasaan Baru

Rukita menggandeng mitra-mitra daring, seperti KlinikGo, SayurBox, hingga Jago Coffee untuk membantu para penghuni yang menjalani WFH.

DIGITAL | 23 Oktober 2020

ShopeePay Kenalkan Fitur Keamanan Rekognisi Wajah dan Sidik Jari

Fitur ini sebagai upaya ShopeePay untuk terus meningkatkan keamanan dan kenyamanan transaksi pembayaran digital, terutama di tengah pandemi.

DIGITAL | 23 Oktober 2020

KoinWorks Catatkan Pertumbuhan Positif dari Ragam Produk Finansial

KoinWorks terus fokus menghadirkan inovasi-inovasi produk, termasuk memberikan solusi kemudahan transaksi digital bagi sektor UKM di Indonesia.

DIGITAL | 23 Oktober 2020

Ulang Tahun ke-31, MNC Gelar E-Fest

Sejumlah pakar di bidang teknologi informasi dan digital akan dihadirkan sebagai narasumber pada e-Fest 2020.

DIGITAL | 22 Oktober 2020

Samsung Gelar Flash Sale Galaxy M51

Samsung menggelar flash sale Galaxy M51 di berbagai e-commerce serta situs Samsung Indonesia pada 26-31 Oktober 2020.

DIGITAL | 22 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS