Presiden AS Cabut Larangan Penjualan Senjata ke Vietnam
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Presiden AS Cabut Larangan Penjualan Senjata ke Vietnam

Selasa, 24 Mei 2016 | 00:21 WIB
Oleh : Leonard AL Cahyoputra / PYA

Hanoi – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama telah mencabut larangan penjualan senjata di era Perang Dingin ke Vietnam. Meski belum dicabut sepenuhnya, namun keputusan tersebut dipicu oleh semakin dekatnya hubungan antara bekas musuh dalam hal perdagangan dan kekhawatiran atas ekspansi Tiongkok di wilayah laut yang disengketakan.

Pengumuman, yang disampaikan di awal lawatan tiga hari Obama ke Vietnam, dapat memperkuat tangan Hanoi untuk melawan Beijing – yang kian tegas mengkaim wilayah-wilayah di Laut China Selatan yang diperebutkan.

“Selama berabad lalu, dua negara kita dikenal karena kerja sama kemudian konflik, pemisahan yang menyakitkan, dan rekonsiliasi yang panjang,” ujar Obama dalam konferensi pers bersama Presiden Vietnam Tran Dai Quang.

Langkah tersebut, lanjut Obama, tidak muncul akibat manuver regional Tiongkok melainkan sebagai negara-negara yang memasuki momen baru, yang akan membawa mereka menuju normalisasi hubungan.

Selain menyambut pencabutan larangan itu, Quang juga menyerukan keprihatinan dan kepentingan umum yang mengikat kedua negara sekarang.

Pemerintahan Obama menunjukkan bahwa lawatan yang dilakukan pekan ini, sebagai kesempatan untuk mendorong hubungan melampaui periode pemulihann hubungan. Vietnam sendiri dipandang sebagai bagian penting dalam banyak poros yang menjadi kebanggan Amerika di Asia Pasifik.

Lawatan Obama ke Vietnam adalah yang pertama kalinya – dan yang ketiga oleh pejabat yang menduduki posisi presiden, sejak akhir Perang Vietnam di 1975. Keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam konflik itu sendiri berakhir, pada 1973.

Menurut Obama, bangsa ini telah mengalami perubahan menakjubkan dalam hubungan negara, berawal dari musuh sengit hingga menjadi sekutu kawasan.

Bahkan, dia mengaku tersentuh ketika melihat ribuan penduduk setempat menjulur tangan yang memegang ponsel, di sepanjang jalan-jalan Hanoi, untuk mengambil gambar pemandangan konvoi mobilnya.

Namun, karena catatan suram hak asasi manusia (HAM) di Vietnam maka pencabutan embargo senjata sepenuhnya masih menjadi pertimbangan.

Pasalnya, negara satu partai ini kerap bertindak kejam dalam menghadapi protes, memasukkan para pembangkang ke dalam penjara, melarang serikat pekerja dan mengontrol media setempat.

Meski demikian, Obama mengabaikan situasi HAM yang berbahaya itu. Dia merasa yakin, kendati Washington masih memiliki perbedaan pandangan soal hak asasi mausia dengan Vietnam namun ada sedikit kemajuan yang dihasilkan.

Sumber:AFP/Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dua Kota di Suriah Dibom, 148 Orang Lebih Tewas

Lebih dari 148 orang tewas dalam pengeboman yang diklaim oleh kelompok Negara Islam (NI) di bagian barat laut Suriah.

DUNIA | 24 Mei 2016

RSPP Segera Bangun Rumah Sakit di Arab Saudi

"Indonesia sudah dapat komitmen untuk membangun rumah sakit Indonesia di Arab Saudi. Kebetulan yang masuk RSPP."

DUNIA | 23 Mei 2016

Ini Kalimat Terakhir Pilot Egypt Air Sebelum Hilang Kontak

"Halo, Halo EgyptAir804 ketinggian penerbangan 370, nomor squawk 7624. Terima kasih banyak, selamat malam," kata pilot.

DUNIA | 22 Mei 2016

India Catatkan Rekor Suhu Terpanas 50,6 Derajat Celcius

Kota Phalodi mencatatkan suhu 51 derajat Celcius - terpanas sepanjang sejarah India, Kamis (19/5).

DUNIA | 21 Mei 2016

Agen Rahasia AS Lumpuhkan Pria dengan Pistol di Luar Gedung Putih

Pria tersebut diidentifikasi sebagai Jesse Olivieri berusia 30 tahunan dari Pennsylvania

DUNIA | 21 Mei 2016

Egypt Air Mengeluarkan Asap dari Kokpit Sebelum Jatuh

Beberapa menit sebelum pesawat jatuh, sistem pesawat mengirimkan pesan mengindikasikan adanya asap.

DUNIA | 21 Mei 2016

Presiden Jokowi Dorong Tiga Hal dalam KTT ASEAN-Rusia

Indonesia tidak boleh ketinggalan dan akan mempelajari kemungkinan kerja sama dengan Eurasia.

DUNIA | 21 Mei 2016

Jokowi: Integrasi Antarkawasan Kebutuhan Mutlak

Negara-negara Eropa dan Asia (Euroasia) tampil sebagai pelopor di bidang integrasi.

DUNIA | 21 Mei 2016

Hillary Clinton: Trump Ancaman Bagi Demokrasi AS

Hillary Clinton mengecam Donald Trump sebagai sebuah ancaman bagi demokrasi AS dan dianggap tidak memenuhi syarat sebagai presiden AS.

DUNIA | 21 Mei 2016

Puing-puing EgyptAir Ditemukan di Mediterania

Militer Mesir telah menemukan puing-puing diduga pesawat EgyptAir yang jatuh di Mediterania.

DUNIA | 21 Mei 2016


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS